REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan fasilitas bagi nelayan Indonesia. Prioritas itu di antaranya adalah pasokan BBM yang terjangkau dan memadai serta pembiayaan usaha.
Erick akan memastikan bahwa ketersediaan BBM pada wilayah sentra nelayan mesti memadai. “Saya telah mendengar bahwa 60-70% dari biaya melaut nelayan adalah untuk membeli BBM. Maka, sewajarnya di tiap-tiap kantung nelayan ada layanan BBM,” ujar Erick di tengah kunjungan kerja ke kawasan Nelayan di Pantai Muncar Banyuwangi, Ahad (15/4).
Seorang wakil kelompok nelayan Muncar, Sudirman, menyampaikan unek-uneknya atas kehidupan nelayan di Muncar. Dia berbicara soal regulasi yang selama ini menyulitkan nelayan, meskipun saat ini sudah membaik. “Kelas nelayan Muncar ini menengah ke bawah. Kapal kita rata-rata 5-10 GT. Ada beberapa yang 30 GT, tapi mayoritas menengah ke bawah,” ujar Sudirman. Dia juga sangat mengharapkan agar harga BBM tetap dan tidak mengalami kenaikan.
Erick meyakini bahwa nelayan memiliki peran sentral bagi masa depan Indonesia. Tidak hanya masa depan perekonomian, melainkan pula kedaulatan pangan. Oleh karena itu, Erick menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung terciptanya ekosistem usaha nelayan yang maju.
“Saya yakin masa depan pangan kita ada di laut. Ada di tangan bapak dan ibu nelayan kecil dan tradisional Indonesia. Karenanya, ekosistem usaha nelayan harus terus disehatkan. Mulai dari akses terhadap BBM, pembiayaan hingga pemasaran,” ujar Erick.

Tidak hanya soal BBM, Erick pun menggaransi bahwa BUMN akan memprioritaskan pembiayaan bagi nelayan. Menurut Erick, sejumlah bank himbara telah memberikan sejumlah fasilitas pembiayaan dan kredit usaha berbunga rendah, khususnya pada nelayan. Erick ingin fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh nelayan, khususnya nelayan di Muncar Banyuwangi yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra nelayan di Jawa Timur,
“Kalo Muncar ingin kita kembalikan pada kejayaannya sebagai salah satu sentra perikanan nasional, maka ekosistem usaha perikanannya harus memudahkan nelayan kecil dan tradisional tumbuhkembang. Akses terhadap modal, pembiayaan, pemasaran dan kemitraan harus tersedia,” jamin Erick. (*)
Laporan : Suryadi
Tags: jakarta
-
Bupati Bersama Kapolres dan Dandim Kendal Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih
-
Kapolres Kendal bersama Jajarannya Gowes di Pantai Indah Kemangi
-
Gus Halim: Kita Harus Percaya Desa Bisa Ikhtiyarkan Pembangunan
-
Asyik Frestyle, Seorang Remaja Bersama Kendaraannya Diamankan Personil Unit 1 Turjawali Sat Samapta Polres Gowa
-
Turun Langsung Atur Lalin di Simpang SDIT Al-Kautsar, Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana Wujudkan Polisi Bersama Masyarakat
-
Jelang Natal Dan Tahun Baru, PLN UPT Bogor Persiapkan Kondisi Instalasi Andal Melalui Pemeliharaan Rutin
-
AJV Divisi Hiburan Sukses Gelar Diskusi Spirit Musik Indonesia
-
Vaksinasi Booster Terus Digencarkan, Polsek Cepiring Laksanakan Pengamanan
-
Polrestabes Surabaya Siagakan Personel Pengamanan Gudang Penyimpanan Logistik Pemilu 2024
-
Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Bogor Raya, Desak KPK Bongkar Korupsi Rp1,5 Miliar dan para Mafia Proyek




