REAKSIMEDIA.COM | Jakarta — Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (PP IKA UNJ) menggelar Forum Diskusi Pedagogik (FDP) #1 pada Rabu (26/8/2026). Forum tersebut mengangkat tema “Bagaimana Kurikulum Formal Merespons Bahaya Dunia Digital Secara Preventif: Pendidik sebagai Kompas Moral di Era Digital.”
Kegiatan yang digelar secara hybrid ini menjadi ruang diskusi bagi para pendidik, akademisi, birokrasi pendidikan, serta pemangku kepentingan untuk membahas tantangan pendidikan di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) .
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Prof. Dr. Komarudin Sahid, M.Si., Rektor Universitas Negeri Jakarta sekaligus keynote speaker; Sugeng Suparwoto, M.T., Ketua Umum PP IKA UNJ; Prof. Dr. Suherman Saji, M.Pd., Ketua Harian PP IKA UNJ; Dr. Hadi Nasbey, M.Si., Dekan FMIPA UNJ; Juwarto, M.Pd., Kepala Seksi Pendidik Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta; serta Samsurial, M.Pd., Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Jakarta Utara.
Wakil Ketua Umum II PP IKA UNJ, Zaky Mahendra, M.Pd., menegaskan bahwa Forum Diskusi Pedagogik tidak boleh berhenti pada kegiatan perdana, tetapi harus menjadi agenda rutin.
“Karena ini berada di bawah koordinasi bidang saya, tentu kegiatan ini harus dirutinkan. Jangan sampai berhenti seperti tahun lalu. Setiap bulan kita harus terus berproses dan berdiskusi,” ujar Zaky.
Menurutnya, diskusi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat menghasilkan catatan, gagasan, bahkan sebuah buku yang nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pendidikan di tingkat nasional.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PP IKA UNJ, Dirgantara Wicaksono, menyoroti perkembangan AI yang semakin pesat dan dampaknya terhadap dunia pendidikan.
Ia mengatakan, Indonesia maupun dunia saat ini tengah mengalami revolusi teknologi AI. Karena itu, para guru perlu memahami teknologi tersebut dan menjadikannya sebagai alat untuk mempercepat proses pembelajaran.
Dirgantara menepis kekhawatiran bahwa kehadiran AI akan menggantikan profesi guru.
“Jangan khawatir guru akan digantikan oleh AI. Tetapi guru yang tidak memaksimalkan AI akan digantikan oleh guru yang menggunakan AI,” tegasnya.
Menurut Dirgantara, AI pada dasarnya merupakan alat (tool) yang dapat membantu guru mempercepat proses pembelajaran, mulai dari perancangan hingga pelaksanaan pembelajaran.
Namun, ia menekankan bahwa terdapat aspek pendidikan yang tidak mudah digantikan oleh mesin, terutama sentuhan kemanusiaan, pembentukan karakter, nilai moral, dan transformasi peserta didik.
Ia mencontohkan lingkungan pendidikan UNJ yang menekankan keterkaitan antara ilmu, iman, dan amal. Menurutnya, aspek tersebut membutuhkan sentuhan manusia yang tidak dapat sepenuhnya diberikan oleh teknologi machine learning.
“AI dapat mempercepat proses untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tetapi proses transformasi karakter tidak bisa digantikan oleh AI,” katanya.
Dirgantara juga mengingatkan bahwa perkembangan AI akan terus berlanjut, dari teknologi AI generatif hingga kemungkinan munculnya teknologi yang jauh lebih maju di masa mendatang. Karena itu, pendidik harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan peran utamanya sebagai pembimbing moral.
FDP IKA UNJ Akan Digelar Rutin Setiap Bulan
Ketua Divisi Pedagogik PP IKA UNJ, Aain Harinnudin, M.Pd., menjelaskan bahwa Forum Diskusi Pedagogik #1 merupakan bagian dari langkah awal untuk membangun ruang diskusi yang berkelanjutan.
“Pada hari ini, Rabu (26/8/2026), kita melaksanakan launching Forum Diskusi Pedagogik. Sesuai arahan Wakil Ketua Umum II, Mas Zaky, kegiatan ini menggunakan sistem hybrid,” jelas Aain.
Ia mengatakan, berdasarkan arahan pimpinan PP IKA UNJ, forum tersebut diharapkan dapat dilaksanakan setiap bulan.
Menurut Aain, ruang lingkup pedagogik tidak hanya berkaitan dengan guru. Forum tersebut juga melibatkan perguruan tinggi, birokrasi pendidikan, regulator, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Karena itu, pembahasan mengenai AI dan dunia digital dinilai sangat relevan untuk terus dikembangkan melalui forum pedagogik.
Guru Diminta Tidak Berhenti Belajar
Pembina IKA UNJ, Budiarti, M.Pd., menegaskan pentingnya budaya belajar sepanjang hayat bagi para pendidik.

Menurutnya, perkembangan teknologi tidak seharusnya membuat guru berhenti belajar. Sebaliknya, guru harus terus membuka diri terhadap perkembangan teknologi, termasuk AI.
“Diskusinya tidak pernah berhenti, belajar juga tidak pernah berhenti. Saya saja yang sudah tua tidak pernah berhenti belajar,” ujar Budiarti.
Ia mengaku banyak belajar mengenai teknologi dari generasi yang lebih muda, termasuk dari para siswa dan cucunya.
Bagi Budiarti, AI merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama. Para guru, kata dia, perlu memahami dan memanfaatkan AI secara bijak agar teknologi tersebut tidak justru mengendalikan manusia.
“Saya berharap teman-teman guru bisa menggunakan AI dengan baik, sehingga tidak dimanfaatkan oleh AI sendiri dan tidak dimanfaatkan oleh kekuatan besar yang kita tidak tahu,” katanya.
Forum Diskusi Pedagogik #1 PP IKA UNJ tersebut menjadi pengingat bahwa transformasi digital dalam pendidikan tidak cukup hanya berbicara mengenai kemampuan menggunakan teknologi.
Lebih dari itu, kurikulum, guru, dan institusi pendidikan dituntut mampu membangun ketahanan moral, karakter, literasi digital, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik agar perkembangan AI dapat dimanfaatkan untuk kemajuan pendidikan tanpa menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan rencana pelaksanaan forum secara rutin setiap bulan, PP IKA UNJ berharap diskusi pedagogik dapat berkembang menjadi gerakan intelektual yang menghasilkan rekomendasi konkret bagi dunia pendidikan dan, pada akhirnya, dapat berkontribusi terhadap penyusunan kebijakan pendidikan nasional.
Tags: jakarta
-
TNI Perkuat Diplomasi Militer Hadapi Dinamika Geopolitik
-
Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif Anggota Koramil Ponggok Gelar Patroli Gabungan
-
Pj. Walikota Padangsidimpuan Buka Rapat Pengendali Inflasi Daerah
-
Kemendes PDTT Gelar Upacara Tabur Bunga di Komplek Makam Pionir Transmigrasi
-
Pasukan Penanggulangan Teror Yonif Raider 100/PS Serbu Gedung BPBD Kota Binjai
-
Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi, 5 Mantan Anggota OPM di Puncak Jaya Ikrar Setia NKRI
-
DKPP Tempati Gedung Baru, Kemendagri Harap Kualitas Kerja Meningkat
-
Momentum Hari Pahlawan, Kapolsek Sungai Rumbai Pembina Upacara di SMAN 15 Mukomuko
-
Giat Sosialisasi Lalu Lintas Satlantas Polres Mukomuko di SMKN 01 Mukomuko Dibarengi Dengan Pelatihan Baris Berbaris
-
Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 711/Raksatama, Gelar Yasinan dan Doa Bersama


