REAKSIMEDIA.COM | Nusa Tenggara Timur – Penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berlangsung hingga hari kedua belas, Rabu (26/8/2026). Sebanyak 8.122 personel TNI masih bertugas di sejumlah wilayah terdampak untuk membantu penanganan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sebanyak 27 unit alutsista juga tetap dilibatkan, terdiri dari 21 pesawat, 5 KRI, dan 1 Kapal ADRI, untuk mendukung mobilitas personel, pengangkutan bantuan, serta berbagai kebutuhan penanganan bencana.
Pada hari kedua belas, TNI kembali mengirimkan 11,740 ton bantuan melalui jalur udara menggunakan pesawat TNI AU. Dengan penyaluran tersebut, total bantuan yang telah dikirimkan TNI hingga saat ini mencapai 925,638 ton.
TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, dan instansi terkait untuk mendukung penanganan serta pemulihan masyarakat pascabencana. Sinergi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan bantuan dan pelayanan dapat diberikan secara cepat, tepat, dan terpadu kepada masyarakat terdampak.
Autentikasi: Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi
Tags: Nusa tenggara timur
-
Ratusan Pemilik Apartemen Ambassade Residences suarakan “Tuntut Penerbitan SK Pokja: Hak-Hak Kami Terabaikan”
-
Walnag Pasia Laweh Membuka Secara Resmi LIVONAP Class Legendaris U-40, ARBER’S CUP Tahun 2021
-
Terima Masyarakat Sipil, Viva Yoga Soroti Tingginya Ambang Batas Membuat Disproporsionalitas Pemilu
-
Serahkan Sertipikat Tanah dari Pintu ke Pintu, Menteri ATR/Kepala BPN Pastikan PTSL Berjalan Baik dan Sampaikan Layanan Loket Prioritas kepada Masyarakat
-
Korban Penusukan di Pematang Pasir Kota Tanjungbalai dilarikan ke Rumah Sakit Adam Malik Medan
-
Hadiri Peringatan Hari Santri di Pesantren Muhammadiyah Prambanan, Wapres Bertolak ke Yogyakarta
-
Pria di Cilacap Tertangkap Warga saat Hendak Mencuri Burung
-
Cegah Penyebaran Covid-19, Forkompincam Patean Gelar Rakor Lintas Sektoral
-
Polres Serang Tetapkan Lima Tersangka Pengeroyokan Humas KLH dan Wartawan
-
Pastikan Prokes, Muspika Warungasem Pantau Vaksinasi Dosis Pertama di Desa Cepagan


