Gerak Cepat Tim Reaksi Cepat (TRC – BPBD) Kabupaten Pinrang Bersama Tim Gabungan Dalam Penemuan Korban Tenggelam

REAKSIMEDIA.COM | IPinrang — Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pinrang, Dr. Rhommy Manule, M.Si., menyampaikan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pinrang bersama tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang korban tenggelam di Bendungan Benteng pada Minggu (6/4) sekitar pukul 06.00 Wita.Warga Enrekang Ditemukan Tewas Hanyut di Bendungan Benteng Pinrang

Syamsuddin Laruddin, warga Kampung Riso, Kabupaten Enrekang, yang dinyatakan hilang hanyut di Sungai Saddang Panetteng pada Jumat (4/4) pagi, ditemukan tewas di Bendungan Benteng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Minggu (6/4) pagi.

Idham, kerabat korban mengungkapkan bahwa, Syamsuddin diperkirakan hanyut sekitar pukul 10.00 Wita saat menyebrangi sungai menggunakan rakit bambu. Sejak dinyatakan hilang, warga bersama tim SAR Gabungan melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan jasad korban di wilayah Pinrang.

“Korban langsung dievakuasi ke rumah duka di Kabupaten Enrekang,” ujar Idham.

Personil SAR BPBD Pinrang, Budiman, membenarkan informasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa pencarian korban telah dilakukan sejak tiga hari lalu.

“Korban hanyut saat menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu yang rencananya akan digunakan untuk pengecoran rumah korban yang sedang dibangun,” jelas Budiman.

Syamsuddin diketahui merupakan pegawai di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang.

Lain halnya insiden tragis yang terjadi di Pantai Harapan Ammani, Desa Mattiro Tasi, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sabtu (5/4/2025). Tiga wisatawan dinyatakan meninggal dunia setelah terseret arus laut saat bermain di pantai, sementara tiga korban lainnya berhasil diselamatkan dan dilarikan ke Puskesmas terdekat.

Camat Mattiro Sompe, Andi Ramlan, mengonfirmasi bahwa para korban merupakan rombongan keluarga asal Kabupaten Wajo yang terdiri dari enam orang. Tiga di antaranya, yaitu Andi Rahma (18), Wansa (35), dan Ari (25), dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus. Sedangkan tiga korban lainnya, Agustriadi (25), Ciko (22), dan Nurlina (31), berhasil diselamatkan dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Puskesmas Tadang Palie, Kecamatan Cempa.

Baca juga:  WOW Mantap; Cepat Tepat Kapolsek Patampanua Tindak lanjuti Laporan Warga Terkait Kamtibmas di Bendungan

Menurut penjelasan Andi Ramlan, kejadian bermula saat rombongan tersebut sedang bermain bola voli di tepi pantai. Bola yang mereka mainkan jatuh ke laut, dan salah seorang anggota rombongan berusaha mengambil bola tersebut. Namun, naas, ia terseret arus laut yang kuat. Beberapa anggota keluarga lainnya yang berusaha menolong juga ikut terbawa arus.

“Menurut keterangan warga setempat, awalnya mereka bermain voli di tepi pantai, lalu bola jatuh ke laut. Salah satu dari mereka mencoba mengambil bola tersebut, tetapi tiba-tiba terseret arus. Yang lain berusaha menolong, namun mereka juga ikut terbawa arus,” kata Ramlan.

Proses evakuasi dilakukan dengan cepat, namun sayangnya nyawa tiga orang tidak dapat diselamatkan. Pihak berwenang bersama warga setempat terus berupaya memberikan pertolongan kepada para korban yang selamat.

Keadaan ini menjadi perhatian serius terkait keselamatan wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata pantai, khususnya di kawasan dengan arus laut yang kuat. Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di pantai, terutama di daerah dengan arus laut yang berbahaya.

Laporan : Mussin Jack

Tags: