REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Gerak pembangunan desa terus menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) 2023 jumlah desa mandiri meningkat tajam menjadi 11.456 desa dari sebelumnya 6.238 di tahun 2022.
“Indeks Desa Membangun adalah salah satu strategi dalam mewujudkan pembangunan desa berbasis data dan menetapkan status kemajuan dan kemandirian desa. Dengan IDM ini diketahui status kemajuan suatu desa dengan indikator yang terukur,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar (Gus Halim) di Jakarta, Kamis (10/8/2023).
Dia mengatakan IDM menjadi ruang bagi pemerintah untuk melakukan intervensi yang tepat dalam proses pembangunan desa. Upaya ini dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat sesuai karakteristik wilayah desa, yaitu tipologi dengan modal sosial, modal ekonomi dan modal Lingkungan. “IDM itu dibentuk dari tiga indeks komposit yaitu Indeks Ketahanan Sosial yang terdiri modal sosial, kesehatan, pendidikan dan permukinan. Indeks selanjutnya yakni ketahanan ekonomi dan ketahanan ekologi desa,” katanya.
Gus Halim menilai terjadi perbaikan signifikan pada baseline IDM dari 2019 hingga 2022.
Pemutakhiran IDM 2023 yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Desa PDTT Nomor 174 Tahun 2023 tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa Tahun 2023 menunjukkan bahwa kinerja desa semakin lebih baik. “Perbaikan ini menjadikan IDM kian solid dijadikan rujukan data dalam mengarahkan pembangunan serta status kemajuan sebuah desa,” kataya.
Merujuk pada data IDM 2023, kata Gus Halim jumlah desa mandiri bertambah menjadi 11.456 desa dari sebelumnya 6.238 pada tahun 2022. Jumlah desa maju pun melesat menjadi 23.035 desa dibandingkan tahun 2022 yang hanya 20.249 Desa. “Jumlah desa berkembang pada tahun 2023 menurun jadi 28.766 dari tahun sebelumnya 33.902. Begitu juga desa tertinggal turun jadi 7.154 desa dan sangat tertinggal tersisa 4.850 desa,” katanya.

Dari data IDM 2023 diketahui ada sejumlah provinsi yang mengalami kenaikan desa mandiri dan tidak lagi memiliki lagi desa tertinggal dan sangat tertinggal.
“Contohnya Provinsi Bali. Desa Mandiri pada tahun 2023 naik menjadi 502 desa dari sebelumnya 386 desa pada tahun 2022,” kata Gus Halim.
Selain Bali, provinsi yang alami kenaikan desa mandiri dan tidak miliki desa tertinggal maupun sangat tertinggal adalah Jawa Timur dengan 2.800 desa mandiri, Jawa Barat 1.828 desa mandiri, dan DI Yogyakarta dengan 256 desa mandiri.
Selanjutnya, Provinsi Riau, Kepulauan Riau, dan Bangka Belitung tercatat sudah tidak miliki desa tertinggal dan sangat tertinggal usai identifikasi dan verifikasi lapangan yang dilakukan saat pendataan IDM 2023.
“Ini bakal menjadi motivasi daerah lain untuk terus digenjot pembangunan desa di daerahnya agar terjadi pengurangan signifikan Desa Tertinggal dan Sangat Tertinggal serta miliki Desa Mandiri,” pungkas Gus Halim.
Sumber : Firman/Kemendes PDTT
Tags: jakarta
-
Apel Pagi Satgas TMMD Ke-113, Kades Sidodadi : Prajurit TNI Mesin Pembunuh di Medan Tempur, Tetapi Malaikat di TMMD
-
Serap Aspirasi, Kapolsek Lubuk Pinang Jum’at Curhat Bersama masyarakat di Desa Pondok makmur Air Manjuto
-
Seksi Propam Polres Pinrang Lakukan Gaktibplin Ke Polsek Jajaran
-
Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Karya Bhakti Bangun Rumah Masyarakat Perbatasan
-
Mendes Buka Serentak 1.000 Musdesus Ajukan Modal ke Himbara
-
Jaga Immunitas dan Kebugaran Personel, Polres Mukomuko Gelar Kesemaptaan Jasmani
-
Peringati Hari Otda ke-27, Bupati Minta Kendalikan Inflasi dan Tekan Angka Stunting
-
Gus Halim Kukuhkan Paskibraka Peringatan HUT RI ke-78 di Kepulauan Talaud
-
Ketua DPD RI Dukung Solusi Pemerintah Bangun SPBU Khusus Nelayan
-
Polsek Ciomas Amankan 4 Pelaku Tawuran Yang Akibatkan Korbannya Alami Luka Bacok Yang Sempat Viral di Medsos

