REAKSIMEDIA.COM | Yogyakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menggelar rapat pra evaluasi Recognition of Prior Learning atau Pembelajaran Lampau Desa (RPL Desa) yaitu program yang memfasilitasi aparatur desa menempuh pendidikan tinggi.
Evaluasi dilakukan agar ribuan perangkat desa yang mengikuti program RPL Desa dapat diwisuda secara cepat dan lancar tanpa kendala apapun dengan kualifikasi yang tidak kalah dengan S1 reguler lainnya.
“RPL Desa sudah satu tahun berjalan, kita ingin melihat selama dua semester ini bagaimana semangat kuliahnya dan kemudian apakah bisa 100 persen lulus, kalau tidak bisa bagaimana solusinya. Ini mumpung di pertengahan perjalanan,” kata Menteri yang akrap disapa Gus Halim ini di BBPPMD Yogyakarta, Rabu (04/01/2023).
Gus Halim berharap evaluasi itu juga melibatkan pihak UNY, Unesa dan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah untuk menginventarisir berbagai solusi apabila ada masalah atau kendala.
Tidak hanya itu, Gus Halim juga meminta Kepala BPSDM bersama perguruan tinggi membentuk tim kendali mutu. Tujuannya untuk menjamin kualifikasi ribuan lulusan program RPL Desa tersebut.
“Itulah makanya saya mohon dengan sangat dari jajaran perguruan tinggi untuk melakukan pendampingan, juga dari kami Kemendes PDTT, agar sinergisitas ini bisa menghasilkan hal-hal yang sangat positif,” imbuh Gus Halim.

Saat ini setidaknya 1076 aparatur desa asal Bojonegoro yang sedang kuliah melalui jalur program RPL Desa di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Nageri Surabaya (Unesa). Bila berjalan lancar mereka akan di wisuda pada 17 September 2023.
Gus Halim berujar ribuan mahasiswa program RPL Desa angkatan pertama tersebut selain dapat meningkatkan SDM aparatur desa juga akan menjadi percontohan bagi kepala daerah dan perguruan tinggi lainnya.
“Oleh karena itu, dari pra evaluasi ini nanti ada tindak lanjut bersama pemerintah daerah yang lain dan perguruan tinggi yang lain di bawah Pertides,” pungkas Gus Halim.
Sekedar informasi, turut hadir dalam rapat pra evaluasi yakni Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah; Guru Besar FH UGM, Nurhasan Ismail; Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNY, Siswantoyo; Wakil Dekan UGM, Mailinda Eka Yuniza; Dosen Politeknik Keuangan Negara STAN, Tanda Setiya.
Selanjutnya Dosen Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), Mohammad Mahsun; Ketua Ikatan Akuntan Indonesia, Junaedi; Agus Sudrikamto, Koordinator RPL Unesa, Bachtiar S. Bachri; Dosen FH UGM, Mahaarum Kusuma Pertiwi dan Dwi Haryati; Ketua Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta, Sentot Sudirman; dan Guru Besar Fak Geografi UGM, Prof. Suratman
Sumber : Badriy/Kemendes PDTT
Tags: yogyakarta
-
BFK Danrem 071/Wijayakusuma pada Upacara Awal Bulan Agustus 2022
-
Sambut HUT Ke 59 Korem 081/DSJ Tahun 2022, Kodim 0808/Blitar Gelar Doa Bersama
-
Sekjen Kemendagri Minta Wakil Kepala Daerah Jalin Hubungan Harmonis dengan Kepala Daerah
-
Viral Video Ide Penghapusan Ayat Al-Qur’an, Stafsus Menag: Akan Diselesaikan Aparat Penegak Hukum
-
Terima Penghargaan Lifetime Achievement Award pada HUT Ke-50 Korpri, Menteri Basuki Punya Pesan Khusus pada ASN MIlenial
-
Membentuk Karakter Disiplin, Satgas Yonif Mekanis 203/AK Melatih Keterampilan Baris-Berbaris
-
Patroli bersama Polres Mukomuko Dan Kodim 0428/MM Dalam Penegakan Protokol Kesehatan Dalam Rangka KRYD
-
Pj . Bupati Pinrang Hadiri Kegiatan Cooling System Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada)
-
Disdik Kota Sukabumi Mulai verifikasi PAUD hingga SMP, Sekolah Tatap Muka Ditunda Lagi
-
Polsek Cikampek Gelar Bhakti Sosial Di Tiga Desa Kecamatan Tirtamuya

