REAKSIMEDIA.COM | Sukabumi – Kemiskinan di Kota Sukabumi menunjukan angka penurunan. Meskipun pada masa pandemi Covid-19 telah menyebabkan peningkatan pada angka kemiskinan secara global. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi tergolong berhasil menurunkan grafik kemiskinan tersebut.
“Angka kemiskinan di Kota Sukabumi alami penurunan pasca pandemi covid-19. Berdasarkan data terbaru, dari 7,5 persen pada tahun lalu, menjadi 7,2 persen di 2023,” ujar Plt Sekretaris Badan Perencanaan Pembangun Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Asep Supriadi, Jumat (04/10/2024).
Asep menjelaskan, bahwa kemiskinan lebih berkaitan dengan kemampuan masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam seminggu terakhir sebelum survei. Hal ini menunjukkan bahwa indikator kemiskinan tidak bisa disamakan dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
“Walaupun Kota Sukabumi memiliki posisi PDRB terendah di Jawa Barat, hal ini bukanlah jadi acuan dari tingkat kemiskinan dan posisi PDRB selama puluhan tahun tetap di tiga terbawah,” ungkapnya.
Asep mengatakan, PDRB dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jumlah penduduk, luas wilayah, dan aktivitas ekonomi. Termasuk, sektor tambang dan industri. Makanya, PDRB tidak bisa di jadikan satu-satunya acuan untuk menilai kesejahteraan masyarakat. Ia juga menjelaskan konsep PDRB per kapita, yang merupakan PDRB di bagi jumlah penduduk.
“Ini memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kota Sukabumi,” ucapnya.
Hasil publikasi yang di lakukan oleh Bappeda, termasuk pemantauan yang terus di lakukan, Asep memastikan tren penurunan angka kemiskinan akan terus berlanjut. Asep juga menambahkan, dengan penurunan angka kemiskinan yang konsisten dan pertumbuhan ekonomi yang positif, ini menyatakan sebuah optimis terhadap masa depan Kota Sukabumi.
“Saya berharap, masyarakat dapat terus meningkat dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka,” pungkasnya.
Laporan : Lely
Tags: sukabumi
-
Harga Beras Melonjak, Senator DIY: Boleh Jadi Akibat Bansos yang Ugal-ugalan
-
Bukti Keberhasilan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Berbasis Komoditas Unggulan, 459 Ton Durian Parigi Moutong senilai Rp 42,5 Miliar Tembus Pasar Internasional
-
Kerjasama Universitas Brawijaya Dan Pelni, Dukung Konservasi Terumbu Karang Di Bangsring Underwater
-
Pagelaran Irau Kampung Sei Bebanir Bangun Resmi Ditutup, Pendapatan UMKM Naik 50 Persen
-
Gus Halim: 20 Persen Dana Desa Harus Digunakan untuk Ketahanan Pangan
-
Latma Tiga Angkatan Bersenjata Resmi Dibuka
-
Gus Halim: Data Penanggulangan Kemiskinan Ekstrim Siap Digunakan
-
Panglima TNIĀ : TNI Memegang Peranan Penting Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan Nasional
-
Perpanjangan PPKM, Polres Kendal Gagas Pasar Sehat
-
Drs.H. Alimin,M.Si Hadiri Rapat Koordinasi Kesiangaan Bidang Kesehatan Pemilu Serentak Dan Pilkada Di Makassar





