Kekeluargaan Tarada Batas di Bulan Suci, TNI-Polri dan Instansi Maritim Tobelo Pererat Silaturahmi Dengan Nelayan

REAKSIMEDIA.COM | Halmahera Utara – Bulan suci Ramadhan 1447 H menjadi momentum silaturahmi antara aparat dan nelayan serta semua pelaku usaha kemaritiman di Halmahera Utara untuk memperkuat barisan. Sebuah potret suasana kekeluargaan antara TNI, Polri, dan instansi lintas sektoral tersaji nyata dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di kawasan TPI Tobelo, Desa Wosia, Jumat (13/03/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni ibadah, melainkan ruang koordinasi strategis untuk memastikan stabilitas keamanan perairan dan kelancaran aktivitas ekonomi nelayan di Bumi Hibualamo tetap terjaga selama bulan Ramadhan.

Duduk Sama Rendah, Berdiri Sama Tinggi: Sinergi TNI-Polri dan Lintas Sektoral
​Hadirnya berbagai unsur pimpinan instansi maritim menunjukkan betapa solidnya hubungan kerja di wilayah pesisir Tobelo. Plt. Kepala Balai BP3D Wilayah II Tobelo, Rizal Kasim, S.Pi, bersama Syahbandar Perikanan, Nulfawan Pobela, A.Md, tampak membaur bersama sehingga terjadi harmonisasi dengan jajaran pimpinan keamanan dan instansi terkait, di antaranya:

• ​TNI Angkatan Laut: Dan Pos AL TPI, Lettu Mario Latumahina, beserta anggota.
• ​Ditpolairud Polda Maluku Utara (Marnit Tobelo): Dan Marnit Tobelo, Aipda Hely T. Kadir, S.IP; Komandan Kapal Polisi KP. XXX-2009, Aipda Badrun Lamasila, S.IP; Bripka Riyo, serta anggota.
• ​Satpolairud Polres Halut: Diwakili oleh Bripka Rahmatullah.
• ​Subdenpom XV/1-1 Tobelo: Dansubdenpom, Letda Cpm Irwansyah Kurniawan, S.H., beserta anggota.
• ​Balai Karantina Kesehatan Tobelo:

Diwakili oleh Edwin Bayau, S.Kes.
​Mengawal Ketenangan Pejuang Laut di Bulan Penuh Berkah

Plt. Kepala Balai BP3D Wilayah II Tobelo, Rizal Kasim, S.Pi, menekankan bahwa kehadiran personel TNI AL, Polri, dan POM di tengah-tengah nelayan memberikan jaminan keamanan. Hal ini dipertegas oleh Dan Pos AL TPI Tobelo, Lettu Mario Latumahina.

“Menjaga kondusivitas Kamtibmas di wilayah pesisir adalah prioritas kami, terutama di bulan suci ini. Kami ingin memastikan para nelayan dapat melaut dengan tenang tanpa rasa khawatir akan gangguan keamanan. Kehadiran kami di tengah masyarakat adalah bentuk kepedulian nyata untuk menjamin keselamatan saudara-saudara kita para pejuang laut dalam mencari nafkah sekaligus menjalankan ibadah puasa,” tegas Lettu Mario.

​Kebanggaan Pelaku Usaha: Kesaksian Pemilik KM. Nursahbani

Baca juga:  Dahman Sirait Serap Aspirasi Masyarakat Melalui Kegiatan Reses Masa Sidang Tiga.

Apresiasi mendalam datang dari para pelaku usaha perikanan di Tobelo. Om Madi, salah seorang pemilik kapal KM. Nursahbani, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya dengan bahasa yang sangat bersahaja.

“Torang sebagai pelaku usaha merasa sanang skali dan aman dengan kehadiran komandan-komandan ini,yang so mau datang bagabung buka puasa rame-rame sambil babacarita baginikan torang so sama deng satu keluarga. Yang model ini yang torang nelayan suka. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah dan aparat peduli dengan torang pe keamanan serta kenyamanan nelayan baik di darat (atas dermaga) dan di lao (saat mancari)” tutur Om Madi dengan penuh semangat.

​Soliditas untuk Pesisir yang Kondusif
​Dan Marnit Tobelo, Aipda Hely T. Kadir, S.IP, menyatakan bahwa hubungan harmonis antara petugas di lapangan dan masyarakat nelayan harus tetap dipelihara demi kesejahteraan bersama.

“Bulan Ramadhan ini adalah momentum untuk mempererat ikatan kekeluargaan antara aparat dan masyarakat nelayan. Bagi kami, nelayan dan pelaku usaha adalah mitra utama. Silaturahmi yang tanpa sekat seperti ini harus terus kita jaga, karena dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, segala tantangan di lapangan dapat kita selesaikan secara harmonis,” ujar Aipda Hely.

​Pesan Moral: Indahnya Berbagi di Bulan Suci

Pada akhirnya, kegiatan ini menitipkan sebuah pesan moral yang berharga di bulan yang penuh ampunan ini. Bahwa di balik seragam dan jabatan, terdapat nilai kemanusiaan yang harus selalu dikedepankan.

Kebersamaan yang terjalin antara aparat dan nelayan di meja buka puasa ini mengajarkan kita bahwa kerukunan adalah kekuatan utama. Dengan saling menjaga dan peduli, beban seberat apa pun di lautan kehidupan akan terasa lebih ringan jika dipikul bersama. Semoga semangat silaturahmi ini terus mengalir, membawa keberkahan bagi para pencari nafkah di pesisir, serta menjaga Bumi Hibualamo tetap dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa hingga hari kemenangan tiba.

Laporan : Edwin Tatipang

Tags: