REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Kasus penembakan yang menewaskan Agustino, seorang montir asal Kalimantan Barat, kini mendapat perhatian luas setelah keluarga korban membawanya ke Mabes Polri. Kuasa hukum keluarga korban mendesak penegakan hukum yang adil terkait dugaan keterlibatan anggota Polri dan warga sipil dalam insiden yang menewaskan Agustino.
Kronologi Penembakan Agustino
Pada Juli 2023, Agustino ditembak mati di rumahnya saat sedang memperbaiki truk. Penembakan ini diduga dilakukan oleh Bripda AR, seorang anggota Polri, bersama 10 orang lainnya yang membawa senjata laras panjang ilegal. Kasus ini baru mencuat setelah keluarga korban melaporkan penolakan yang mereka terima saat melapor ke Polsek dan Polda Kalimantan Barat.

Dugaan Motif di Balik Penembakan
Kuasa hukum keluarga korban menduga penembakan ini terkait dengan laporan Agustino mengenai praktik ilegal di wilayah tersebut, termasuk peredaran narkoba dan aktivitas tambang ilegal yang melibatkan warga sipil berinisial AK. Keluarga korban mendesak agar AK diperiksa lebih lanjut terkait keterlibatannya dalam insiden tersebut.
Tuntutan Keluarga Korban
Karena laporan mereka ditolak di tingkat Polsek dan Polda, keluarga Agustino kini menuntut agar kasus ini diselidiki langsung oleh Mabes Polri. Kuasa hukum keluarga korban, yang terdiri dari Mayor TNI CHK Purn, Marwan Iswandi, S.H., M.H., Bambang Sibagariang, S.H., Daniel Napitupulu, S.H., M.Th., dan R.A. Widya Sari, S.H., M.H., meminta agar:
1. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku, baik anggota Polri maupun warga sipil.
2. Pemeriksaan menyeluruh terhadap senjata api ilegal yang digunakan dalam penembakan.
3. Investigasi lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan AK dalam peredaran narkoba dan tambang ilegal.
4. Pengawasan langsung dari Kapolri terhadap Polda Kalimantan Barat.

Kasus Ini Jadi Ujian Bagi Polri, Keluarga Agustino berharap agar proses hukum berjalan secara transparan dan adil. Mereka telah berkoordinasi dengan pihak Staf Kepresidenan untuk memastikan penanganan serius terhadap kasus ini. Kasus penembakan Agustino kini menjadi ujian bagi Polri dalam menunjukkan komitmennya terhadap penegakan hukum yang tanpa pandang bulu.
Publik kini menunggu langkah konkret Kapolri untuk segera menyelesaikan kasus yang sudah lebih dari setahun ini mengendap tanpa kepastian hukum.
Laporan : Ria Satria
Tags: jakarta
-
Canangkan Kota Tomohon sebagai Kota Toleransi, Wapres dukung FKUB Teladani Nilai-nilai Positif Pendiri Bangsa
-
Kemendagri Ajak Pengurus Persatuan Pensiunan Indonesia Bantu Pemerintah Cegah Potensi Konflik Horizontal
-
Selama Periode 2021, Bea Cukai Batam Berhasil Menangani 141 Pelanggaran Dengan Nilai Barang Rp.42,24 Miliar
-
Warga Mengungsi Saat Banjir Landa Beberapa Desa di Kalimantan Utara
-
Suko Widodo : Hati Hati Hasil Survei Politik Untuk Sarana Kampanye
-
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Sumatera Barat Lantik Dan Ambil Sumpah 14 Pejabat Fungsional
-
Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 117 Pati; Kebutuhan Organisasi dan Regenerasi Kepemimpinan
-
Ciptakan Kamseltibcar Lantas, Polres Tegal Kota Gelar Operasi Patuh Candi 2022
-
Kapolres Tanjung Pinang Dampingi Kapolda Kepri Tinjau Serbuan Vaksin Kogabwilhan I Bersama Kemenhub Dan Pemprov Kepri Untuk Pelajar SLTA (SMA/SMK/MA) Se – Kota Tanjung Pinang
-
Ini Upaya Kemendagri dalam Mendorong Percepatan Realisasi APBD

