REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Direktorat Jenderal (Ditjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Pol & PUM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menghadirkan Ngobrol Politik Indonesia Podcast (Ngopi) episode kelima dengan tema “Pemuda Papua Bicara Nasionalisme.” Acara yang disiarkan lewat channel Youtube Ditjen Pol & PUM Kemendagri itu mengajak Tokoh Pemuda Asli Papua, Steve R. Mara dan dipandu langsung oleh jurnalis, Yasir Nene Ama.
Salah satu lulusan beprestasi Magister Universitas Pertahanan tersebut menceritakan berbagai pengalamannya selama menempuh pendidikan hingga pengalamannya dapat memimpin Simulasi Sidang PBB di Uzbekistan. Steve mengatakan, anak-anak Papua kerap mengkerdilkan diri, padahal Steve membuktikan bahwa anak Papua dapat melakukan hal-hal yang bahkan tak dipikirkan orang lain.
“Saya bangga karena pada saat kegiatan di Uzbekistan, saya sendiri dari Indonesia, dan dari Papua,” kata Steve.
Pemuda asli Papua yang kerap memotivasi para pemuda di Indonesia itu juga berujar, nasionalisme harus hadir di setiap langkah para pemuda dalam mewujudkan berbagai cita-citanya. Menurutnya, nasionalisme bagaikan napas yang menyertai para pemuda dalam mewujudkan mimpi-mimpinya.
“Kita sudah cerdas, punya kemampuan dalam diri kita, tapi kalau tidak punya nasionalisme, kita tidak memiliki stimulus untuk mendorong kita agar bisa menjadi sesuatu, pemimpin misalnya,” ujarnya.
Kader Intelektual bela negara itu juga mengurai catatannya tentang adanya dilema nasionalisme. Menurutnya, etno nasionalisme atau nasionalisme kedaerahan membawa pola pikir bahwa pemikiran kedaerahan lebih baik daripada cara pandang nasionalisme. Sedangkan trans nasionalisme atau nasionalisme dari luar adalah cara pandang yang lebih mengutamakan dan mengedepankan budaya atau atribut dari luar, dibandingkan bangsa sendiri.
“Artinya ada budaya lain yang masuk dan merusak nasionalisme, etno dan trans nasionalisme ini yang saya sebut dengan dilema nasionalisme,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Steve Mara juga mengatakan perlu adanya narasi positif yang dibangun oleh media massa dan pemerintah terhadap pemuda Papua. Ia mengatakan, selama ini telah banyak Pemuda Papua yang berprestasi namun minim publikasi. Ia menilai, pemberitaan Papua lebih didominasi sebagai daerah konflik internal yang berimbas pada dinamika politik.
“Yang selama ini yang kita lihat tentang Papua itu yang disebut daerah konflik, negatif, bahwa itu salah, Papua itu banyak anak-anak mudanya yang hebat, SDM yang unggul, tapi belum kelihatan,” kata Steve.
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: jakarta
-
Pangdam XII/Tpr Pimpin Sertijab Danyonkav 12/Beruang Cakti
-
Sambang Warga Wujud Sinergi Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Cibinong Menjalin Kemitraan
-
TNI Siap Dikerahkan, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Perdamaian Timur Tengah
-
Hadir di Munas VII IKA-PMII, Wamen Viva Yoga Ajak Alumni Kelompok Cipayung Plus Berkolaborasi dan Bersinergi Bangun Bangsa
-
Tumbuhkan Rasa Kebersamaan dan Kekompakan di Moment Haornas ke 39, Polsek Lubuk Pinang dan Polsek V Koto Gelar Senam Bersama
-
Mendagri: MTQ Korpri VI Jadi Ajang Membumikan Nilai Qurani bagi ASN
-
Panglima TNI : Berkuda Bentuk Generasi Muda yang Tangguh dan Berkarakter
-
Pasca Banjir Bandang Kota Batu, Menteri Basuki Perintahkan Perlebar Alur Sungai dan Relokasi Rumah di Bantaran
-
Satgas TMMD Ke-119 Kodim Yahukimo Bangun MCK Untuk Warga Desa-Desa Terpencil
-
Kapolres dan PJ Bupati Bener Meriah Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2024


