REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus mendorong partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum (Pemilu). Direktur Politik Dalam Negeri Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum (Pol & PUM) Kemendagri Syarmadani menjelaskan, Pemilu merupakan prosedur untuk memenuhi kedaulatan rakyat. Sebab, Pemilu akan menghasilkan wakil-wakil rakyat untuk menyelenggarakan fungsi-fungsi negara dalam mengurus kepentingan rakyat.
“Harapannya dalam posisi ini kita harapkan semua rakyat Indonesia, yang sudah mempunyai hak pilih bisa ikut hadir tanpa terkurangi haknya, untuk menentukan arah bangsa ini ke depan melalui Pemilu,” ujarnya saat memberi sambutan pada webinar dengan tema “Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Kehidupan Demokrasi” yang digelar Ditjen Pol & PUM, Kamis (12/8/2021).
Syarmadani menyebutkan angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019, yakni sebesar 81,93 persen. Sedangkan partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 yang digelar di tengah pandemi Covid-19 mencapai 76,09 persen.
Dengan capaian tersebut, dirinya meminta agar semua pihak tidak berpuas diri. Pasalnya, masih banyak hal yang harus ditingkatkan dari para pemilih, misalnya bagaimana membuat para pemilih berpartisipasi dengan kesadaran dan pemahaman secara benar. Selain itu, masih perlu pula dibangun kedewasaan politik para pemilih, termasuk para pemilih pemula.
“Nah, dalam posisi ini tentu menjadi pekerjaan besar bagi kita untuk memberikan pemahaman secara utuh kepada mereka, tidak hanya sekadar pendekatan-pendekatan yang sifatnya prosedur,al” ujarnya.

Jangan sampai, lanjut Syarmadani, pendekatan dilakukan dengan cara-cara yang tidak konstrukstif. Sebab ini bakal membuat partisipasi yang diberikan tidak berdasarkan atas pemahaman kedaulatan rakyat secara benar.
Di lain sisi, dirinya juga meminta agar para peserta yang terlibat dalam diskusi tersebut dapat mendukung peningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Partisipasi ini tidak hanya berhenti pada angka, tetapi pada rasa tanggung jawabnya dalam menggunakan hak pilih.
Dalam kegiatan tersebut Ditjen Pol & PUM menghadirkan tiga narasumber, yakni Anggota KPU RI I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin, dan Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Politik dan Hukum Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: jakarta
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Babinsa Pos Wonodadi Dampingi Penyaluran BLT DD
-
Rakorwasda di Sulsel dan Sultra, Kemendagri Dorong Penguatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
-
Buka Munas JATMAN, Wapres Harapkan Peran Strategis Bangun Umat untuk Makmurkan Bumi
-
Selalu Bersama Masyarakat, Bupati Pinrang Irwan Hamid Hadir Dipesta Panen
-
Pemko Padangsidimpuan Gelar Lomba Mewarnai Tingkat TK dan SD
-
Walikota : Irsan Efendi Nasution, SH Terima Audensi Kepala Stasiun Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP-RRI ) Sibolga
-
Pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor Dengan Menakuti Korban Memakai Senjata Pistol Mainan Diamankan Polsek Kemang Kabupaten Bogor
-
Hadiri Milad Majelis Dzikir Riyadhul Jannah ke-16, Wapres Imbau Umat Lakukan Jihad Ekonomi Hadapi Krisis
-
Cegah Aksi Kriminal, Jajaran Polres Pekalongan Terus Tingkatkan Giat Patroli Malam
-
Gandeng Akademisi, Mendes Yandri Ajak Universitas Bengkulu Wujudkan Desa Tematik untuk Swasembada Pangan

