REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni menyampaikan strategi mempercepat realisasi belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTT Tahun Anggaran (TA) 2022 yang berlangsung pada Rabu (16/2/2022).
Rakor tersebut turut dihadiri Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuda Kemendagri Horas Maurits Panjaitan, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT Benediktus Polo Maing, serta Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten/Kota se-NTT.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan rapat koordinasi seperti ini, di mana provinsi dan kabupaten/kota ikut berkoordinasi untuk mencari solusi atas sejumlah persoalan yang ada, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan bagi pembangunan daerah,” ujar Fatoni yang menghadiri pertemuan tersebut secara virtual.
Lebih lanjut, Fatoni menyampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah memberikan arahan bahwa provinsi, kabupaten, dan kota yang mampu merealisasikan pendapatan dan belanjanya secara maksimal akan diberi penghargaan berupa insentif. Karena itu, diharapkan daerah dapat terus melakukan berbagai strategi agar realisasi APBD-nya lebih optimal.
“Strategi yang bisa kita lakukan untuk mendorong percepatan realisasi belanja di tahun 2022, yang pertama kita dapat lakukan pengadaan dini sejak awal, membuat rencana kegiatan dengan penjadwalan periodik, yakni per bulan, triwulan secara konsisten dan terukur,” imbuh Fatoni.
Strategi selanjutnya yakni tidak menunda administrasi pertanggungjawaban, serta melakukan penunjukkan pejabat pengelola keuangan daerah. Upaya lainnya dengan memberikan penghargaan bagi pemerintah daerah (pemda) yang realisasi pendapatan dan belanjanya tertinggi.
Di lain sisi, pada kesempatan yang sama Sekda Provinsi NTT Benediktus Polo Maing menyampaikan, pihaknya telah berperan aktif untuk meningkatkan realisasi anggaran. Namun, dalam pelaksanaannya masih terkendala oleh sejumlah hambatan di dalam aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Ia berharap, ke depan sistem tersebut dapat dilakukan perbaikan sehingga akan memudahkan kinerja pemda.
“Di keuangan sudah pakai tapi baru di bagian anggaran. Di provinsi kita belum jalan secara baik. Dalam SIPD, ketika input ini harus diinput ulang oleh perangkat daerah. Ini kerjanya jadi dua kali. Padahal kalau sistem digitalisasi dibangun, dia harusnya mempermudah kita semua,” terangnya.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: jakarta
-
HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-66, Satlantas Polres Serang Kota Donor Darah
-
Deifydee & J Coustik; Tampil Menawan dan Memukau di HUT ke-2 Garuda TV
-
Polresta Bogor Kota Berikan Penghargaan Kepada Atlet Sepeda Berprestasi
-
Pimpin Langsung Rapat Koordinasi Penurunan Stunting, Wapres Minta Berdayakan Masyarakat Hingga ke Tingkat Desa
-
Ini Upaya Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BNPB Tekan Kasus Covid-19 Di Kudus
-
Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Milik Warga
-
Polres Semarang Tetap Gelorakan Penerapan Prokes Sampai Perayaan Nataru 2022
-
Diresmikan Presiden Jokowi, SPAM Regional Banjarbakula Tingkatkan Layanan Air Minum 5 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan
-
Koops TNI Papua Berbagi Kasih di Panti Asuhan Santa Susana Mimika
-
Kapolresta Cilacap Melaksanakan Kunjungan Kerja ke Pulau Nusakambangan


