REAKSIMEDIA.COM | Lampung – Kepala Badan Litbang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni meminta pemerintah daerah (pemda) agar selalu berkomitmen melakukan reformasi birokrasi. Menurutnya, upaya ini penting untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, kapabel, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Fatoni menjelaskan, reformasi birokrasi dilakukan dengan mengacu pada 8 area perubahan, di antaranya manajemen perubahan, pelayanan publik, pengawasan, akuntabilitas, dan kelembagaan. Selain itu, area lainnya yakni penataan sektor tata laksana, sumber daya manusia (SDM), dan deregulasi kebijakan juga penting untuk diperhatikan. Untuk mewujudkan hal itu, kata Fatoni, dapat dilakukan dengan berinovasi di enam area.
“Dalam melakukan reformasi birokrasi pada 8 area tersebut, pemda perlu menerapkan terobosan kebijakan di 6 area inovasi. Enam area inovasi ini penting dan selaras dengan tujuan pelaksanaan reformasi birokrasi, sehingga perubahan akan lebih cepat terwujud,” ujar Fatoni saat menjadi pembicara dalam acara Workshop Reformasi Birokrasi bertajuk “Budaya Inovasi dalam rangka Peningkatan Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Pemprov Lampung”, Jumat (29/10/2021)
Secara rinci, Fatoni menguraikan inovasi pada enam area tersebut, yang melingkupi inovasi administrasi, inovasi manajemen, inovasi kebijakan, dan inovasi frugal. Di samping itu, area inovasi juga menyasar di sektor teknologi dan sosial. Untuk inovasi administrasi, pemda dapat mengadopsi cara-cara baru dalam mengelola administrasi sehingga akuntabilitas kinerja dan pengambilan keputusan dapat lebih efektif dan efisien. Sedangkan inovasi di area manajemen, merupakan inovasi yang fokus utamanya membenahi prosedur dan birokrasi sebagai upaya meningkatkan kinerja organisasi.
Di sisi lain, inovasi juga perlu diwujudkan pada area kebijakan. “Pemda dapat melakukan upaya pendekatan kebijakan yang lebih efisien, selektif, implementatif, dan dapat diadopsi berbagai pihak untuk menyelesaikan permasalahan yang ada,” tambah Fatoni. Selain itu, daerah diminta untuk dapat menciptakan inovasi produk dengan biaya lebih murah untuk merespons keterbatasan sumber daya yang ada. Langkah ini, kata Fatoni, dinamakan sebagai inovasi frugal.

Tak hanya itu, Fatoni juga mengingatkan pentingnya inovasi pada area teknologi. Pemda dapat mewujudkannya dengan mengadopsi proses produksi yang baru melalui serangkaian kegiatan penelitian dan pengembangan, atau alih teknologi. “Tak hanya itu, inovasi di bidang sosial juga harus diperhatikan. Upaya ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi dan mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif,” tambah Fatoni.
Pada kesempatan itu, Fatoni berpesan agar penerapan inovasi di enam area tersebut dapat menjadi napas utama dalam melakukan reformasi birokrasi. Hal ini karena perubahan penyelenggaraan pemerintahan membutuhkan upaya yang tak biasa. “Inovasi dan reformasi birokrasi selalu berjalan beriringan. Dengan kita berinovasi, perubahan ke arah yang lebih baik juga akan cepat terwujud,” pungkasnya.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: lampung
-
Briana Rilis Single Perdana “Cinta Baru”
-
KONI dan PPOPM Harus Lebih Bersinergi
-
Jelang HUT Kodam Sriwijaya ke 77, Kodim 0428/Mukomuko Gelar Donor Darah & Bantuan Sosial Stunting di Ipuh
-
Dandim 0428/MM : Optimalisasi Kegiatan TMMD Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Daerah
-
Jelang Malam Takbir, Polres Cilacap Gelar Apel kesiapan Pengamanan Malam takbir dan Sholat Idul Adha 1443 H
-
Bupati Bogor, Ade Yasin membagikan Sertifikat Tanah Melalui Program PTSL
-
Pemerintah Setujui RUU 8 Provinsi Dilanjutkan ke Rapat Paripurna
-
Peduli Kesehatan Hewan, Babinsa Koramil Doko Cek Hewan Ternak di Wilayah Binaannya
-
Unpak dan Dispora Kabupaten Bogor Jalin Silaturahmi, Buka Akses Pendidikan untuk Atlet Muda
-
Danrem 061/Sk Brigjen TNI Achmad Fauzi S.I.P.,M.M. Menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW


