REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Tak dapat dipungkiri, aspek pertanahan dan tata ruang menjadi salah satu dasar dalam jalannya kegiatan ekonomi. Perlu adanya kebijakan konkret yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga sektor privat untuk bersama menciptakan pertanahan dan tata ruang yang lebih baik guna meningkatkan _Ease of Doing Business_ (EoDB).
“Perlu adanya dukungan bersama dari pemerintah daerah untuk pengembangan daerah. Pemimpin daerah ini harus punya visi bagaimana ke depannya. Kalau misal ingin investasi naik, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) harus segera diselesaikan,” ujar Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Raja Juli Antoni dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Agraria, Tata Ruang dan Kawasan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bertempat di Menara Kadin, Jakarta pada Rabu (09/11/2022).
Terkait kemudahan berusaha, Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo memberikan arahan spesifik bagi implementasi Reforma Agraria, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), hingga Ibu Kota Negara (IKN), Nusantara. “Pak Jokowi juga menegaskan secara serius kepada saya dan Pak Menteri bahwa kami harus melakukan terkait EoDB atau kemudahan berusaha,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Direktur Jenderal Tata Ruang, Gabriel Triwibawa. Ia mengungkapkan, pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN terus berupaya menyiapkan ruang-ruang yang dapat mengakomodasi pertumbuhan ekonomi, namun juga tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. “Karena memang saat ini kita menghadapi banyak hal, mulai dari identifikasi risiko perubahan iklim yang terbagi dalam mitigasi iklim dan adaptasi iklim, hingga permasalahan ketahanan pangan,” jelas Dirjen Tata Ruang.
Gabriel Triwibawa juga menjelaskan, pihaknya tengah melakukan percepatan pembentukan RDTR bersama pemerintah daerah (Pemda). “Target kami adalah 2.000 RDTR. Namun, saat ini kita juga tengah berfokus pada 500 titik wilayah yang potensial, diharapkan itu dapat memantik perekonomian,” terangnya.

Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Agraria, Tata Ruang dan Kawasan, Kadin Indonesia, Sanny Iskandar pun berpendapat bahwa aspek agraria dan tata ruang menjadi hal dasar bagi jalannya perekonomian di Indonesia. “Pertanahan dan tata ruang menjadi salah satu alat untuk mencapai pembangunan. Oleh karena itu, diharapkan melalui penataan ruang yang lebih baik, dapat meningkatkan pengelolaan daerah yang baik pula,” ujar Sanny Iskandar.
Dalam forum ini, Sanny Iskandar juga mengemukakan beberapa aspek yang ingin dicapai di sektor pertanahan dan tata ruang. Beberapa di antaranya adalah mendorong RDTR berbasis digital, legitimasi izin lokasi, proses hukum dan pelayanan sengketa tanah yang cepat, serta penyempurnaan regulasi terkait tanah dan kawasan telantar. “Seperti halnya RDTR berbasis digital, ini agar implementasi kebijakan satu peta dan _Online Single Submission_ (OSS) dapat berjalan,” pungkasnya. (*)
Laporan : Suryadi
Sumber : Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
Tags: jakarta
-
Hadiri detikcom Awards 2023, Menhan Prabowo Raih Penghargaan Kategori “Tokoh Peneguh Kedaulatan Negara”
-
Lahirkan Generasi Beriman, Satgas Yonarmed 1 Kostrad Ajarkan Anak-Anak Mengaji
-
Cabor Taekwondo, SMP Negeri 1 Raih Medali Emas dan Perak di Popda Tingkat Kota Tegal Tahun 2021
-
Korupsi Dana Bansos, Sat Reskrim Polres Lebak Berhasil Amankan Pelaku dan Barang Bukti
-
Kapolres Demak: Pantura Demak Padat karena Rob, Arus Lalin ke Semarang Dialihkan
-
Pemdes Manjunto Jaya Gelar Musdes Penetapan APBDes Tahun 2022
-
Pemerintah Setujui RUU Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya Dibahas di Rapat Paripurna
-
Data Sementara Pikada 2024 Kabupaten Mukomuko, Sapuan-Wasri Unggul Dengan Perolehan Suara 42,88 Persen
-
Berikut Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Pengawas Tempat Pengumutan Suara (PTPS) Kecamatan Mattiro Sompe
-
Satgas TMMD ke 113 Kodim 0428/MM bersama Warga Terus “Gempur” Pembukaan Jalan TMMD

