REAKSIMEDIA.COM | Jakarta — Kementerian Transmigrasi siap memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan di Provinsi Banten guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pihaknya siap mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk membantu kebutuhan pembangunan daerah.
“Saya siap mendukung. Pak Gubernur butuh apa, dari yang saya punya sekarang ini, sumber daya saya siap. Kalau saya pernah bicara dengan Bupati Pandeglang, saya sampaikan konsep transmigrasi hari ini tidak lagi pemindahan penduduk. Konsep transmigrasi hari ini adalah membangun penciptakan kawasan ekonomi baru,” ujar Menteri Iftitah dalam acara Kumpul Jeung Dulur, Sinergi Diaspora Membangun Banten di Jakarta, Sabtu (28/3).
Sebagai bagian dari implementasi konsep baru tersebut, Mentrans berencana mencari lahan di Banten untuk dikembangkan menjadi kawasan industri terpadu. Kawasan ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta pusat ekonomi seperti pasar.
“Saya sedang mencari lahan di Banten, di mana yang ada lahan, misalkan 100 hektar kan sudah bisa untuk kawasan industri. Tetapi nanti lahan itu tetap punya negara, kemudian ada industrinya di situ, yang terintegrasi mulai dari SD, SMP, SMA. Kemudian ada puskesmasnya, ada pasarnya dan sebagainya. Sehingga nanti masyarakat itu langsung mendapatkan manfaat,” papar Mentrans.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga tumbuhnya ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Belajar dari pengalaman di daerah lain, pembangunan kawasan ekonomi harus terintegrasi agar tidak hanya menghasilkan angka pertumbuhan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
“Persoalannya sering kali masyarakat lokal tidak terserap dan ekosistemnya tidak terbangun. Ini yang harus kita perbaiki,” ungkap Menteri Iftitah.

Selain itu, Kementerian Transmigrasi juga mendorong pengembangan industri strategis seperti tekstil, sejalan dengan fokus pemerintah pusat. Penguatan sumber daya manusia akan diarahkan pada pendekatan yang lebih aplikatif, tidak hanya pendidikan, tetapi juga penugasan langsung di lapangan.
“Pak Presiden juga lagi fokus industri tekstil nasional. Nah itulah yang nanti saya mungkin sedikit lebih advance, tidak lagi menyekolah-menyekolahkan, tapi setelah itu harus dikasih penugasan. Harus aplikatif,” kata Mentrans.
Kementerian Transmigrasi optimistis dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan Banten yang inklusif dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan rakyat.
Sumber : Tim Kementerian Transmigrasi
Tags: jakarta
-
Percepatan Pemerataan Pembangunan, TMMD ke 119 Kodim 0428/MM di Desa Lubuk Talang Tuai Pujian Warga
-
Ringankan Beban Hidup, Satgas Pamtas Yonif 711/Rks Bantu Membangun Rumah Warga
-
Komisi V Siap Bantu Kemendes Tingkatkan Anggaran Biayai Program Prioritas
-
Semarak Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah, Polres Banjarnegara Gelar Bakti Sosial
-
Evakuasi dan Pelayanan Kesehatan Warga Korban Pembakaran Honai Oleh KKB
-
Sertijab Pejabat Utama Polres Halmahera Utara: Perkuat Barisan, Kobarkan Semangat Presisi Demi Keamanan Negeri
-
Wapres Minta Wilayah Terhubung Jabodetabek Antisipasi Penyebaran Omicron
-
Jaksa Agung RI Ambil Sumpah, Lantik dan Saksikan Serah Terima Pejabat Eselon II di Lingkungan Kejaksaan Agung dan Kajati Secara Virtual
-
Babinsa Koramil Tipe B 0808/10 Kademangan, Latih PBB Guna Tanamkan Disiplin di Sekolah
-
Polres Bogor Gelar Patroli KRYD Lintas Sektotal, Situasi Aman dan Kondusif


