REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) memperkuat kolaborasi untuk memperluas akses kesempatan kerja dan meningkatkan kompetensi pencari kerja. Kolaborasi ini diarahkan untuk mempertemukan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri sekaligus memperluas peluang masyarakat mendapatkan pekerjaan.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dan Direktur PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) Sadmiadi di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan sinergi pemerintah dan dunia usaha diperlukan agar penempatan tenaga kerja dapat berlangsung efektif serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, kebutuhan perusahaan perlu dipertemukan dengan kemampuan calon tenaga kerja sejak tahap awal.
“Kita ingin kerja sama ini tidak berhenti pada proses rekrutmen, tetapi juga memastikan pencari kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, ada titik temu antara kebutuhan perusahaan dan kesiapan tenaga kerja,” ujar Cris.
Menurut Cris, kolaborasi PKSS bersama Pusat Pasar Kerja (Pasker) Kemnaker selama ini mendapat respons positif. Hal tersebut terlihat dari antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan walking interview yang menjadi salah satu sarana mempertemukan perusahaan dengan kandidat secara langsung.
“Antusiasme masyarakat dalam setiap kegiatan walking interview menunjukkan bahwa pencari kerja membutuhkan akses terhadap informasi dan proses rekrutmen yang jelas. Ini sekaligus menjadi bentuk kepercayaan masyarakat terhadap layanan pasar kerja yang difasilitasi pemerintah bersama mitra dunia usaha,” katanya.
Kepercayaan masyarakat, lanjut Cris, harus diikuti dengan tata kelola penerimaan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. In formasi mengenai lowongan maupun tahapan seleksi perlu disampaikan secara benar agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai pihak yang mengatasnamakan pejabat ataupun institusi Kemnaker.
“Kalau ada pihak yang mengatasnamakan Kemnaker kemudian meminta sejumlah uang dalam proses rekrutmen atau pemagangan, masyarakat harus waspada. Proses resmi tidak meminta imbalan dalam bentuk apa pun,” kata Cris.
Selain membuka akses kesempatan kerja, kesepakatan dengan PKSS turut diarahkan untuk mengatasi kesenjangan keterampilan yang membuat sebagian calon tenaga kerja belum memenuhi kualifikasi perusahaan. Bagi mereka yang belum memenuhi persyaratan awal, Kemnaker dapat memfasilitasi peningkatan kompetensi melalui pelatihan vokasi di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang tersebar di berbagai daerah.
“Kita tidak ingin pencari kerja yang belum lolos seleksi kemudian berhenti begitu saja. Mereka harus diberika n kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya, sehingga pada kesempatan berikutnya memiliki peluang yang lebih besar untuk diterima bekerja,” ujar Cris.
Pembinaan tersebut tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan menghadapi proses seleksi, antara lain melalui penyusunan CV yang profesional dan simulasi wawancara. Dengan pembekalan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami kebutuhan perusahaan, menyampaikan kompetensi secara lebih baik, dan meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja.
Tags: jakarta
-
Komisi Fatwa MUI Harus Konsisten Jalani Sistem dan Prosedur Pengambilan Keputusan
-
Anggota Satgas Menerima Kunjungan Satgas Pengganti dari Yon Armed 19/105 TRK DAM/MDK di Pos Kotis Perbatasan
-
Kasdim Mimika Memimpin Kegiatan Baksos Pengobatan Gratis dan Pembagian Sembako
-
Ketum Dharma Pertiwi Laksanakan Kunker dan Baksos di Pulau Seribu Pura
-
Lakukan Prosesi Penghormatan, 8 Korban Penembakan KKB Diserahkan ke Keluarga
-
Polres Mukomuko Gelar Pelatihan Bhabinkamtibmas dan Kanit Binmas, Kapolres: Bhabinkamtibmas Cerminan Wajah Polri di Tengah Masyarakat
-
Dirbinmas Polda Sulsel Gelar Jumat Curhat di Kecamatan Tamalate Makassar, Warga Minta Polisi Jaga Keamanan di Bulan Ramadhan
-
Bupati Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak di Kabupaten Cilacap
-
Aktivis Pinrang Mendesak Disperindag Membentuk Tim Khusus Razia Minyak Goreng Cap MinyakKita Yang Oplosan
-
Tinjau Infrastruktur Pendidikan dan Pengendali Banjir di Putussibau, Menteri Basuki Inginkan Kualitas yang Baik



