REAKSIMEDIA.COM | Jepang – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia untuk memanfaatkan peluang magang kerja dan pengembangan keterampilan melalui _Employment for Skill Development Program_ (ESDP) di Jepang. Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui pertukaran informasi, pengetahuan, dan pengalaman dengan Japan Council of Local Authorities for International Relations (J.CLAIR).
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan, pertukaran pengetahuan tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mempelajari peran pemerintah daerah dan J.CLAIR dalam membantu peserta ESDP beradaptasi dengan kehidupan di Jepang.
“Kami sangat tertarik untuk mengetahui peran pemerintah daerah dan J.CLAIR dalam mendukung penerimaan, kehidupan, dan integrasi peserta ESDP di tingkat lokal. Hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia dalam mempersiapkan peserta, baik sebelum keberangkatan maupun selama berada di Jepang,” ujar Cris di Jepang, Rabu (26/8/2026).
Menurut Cris, ESDP tidak hanya memberikan kesempatan untuk bekerja di Jepang, tetapi juga menjadi sarana bagi peserta untuk memperoleh keterampilan, pengalaman kerja, pengetahuan teknologi, serta memahami budaya kerja Jepang.
Karena itu, persiapan peserta tidak cukup hanya dari sisi kompetensi. Mereka juga perlu dibekali pemahaman mengenai kehidupan sehari-hari dan lingkungan tempat mereka tinggal dan bekerja.
“Keberhasilan ESDP sangat ditentukan oleh kesiapan lingkungan kerja dan lingkungan sosial di daerah tempat peserta tinggal dan bekerja. Karena itu, kami ingin mengetahui bagaimana J.CLAIR mendukung terciptanya lingkungan yang ramah bagi pekerja asing, termasuk koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta,” kata Cris.
Ia menambahkan, pengalaman Jepang dalam membantu pekerja asing beradaptasi dapat menjadi masukan bagi Kemnaker dalam menyiapkan peserta ESDP Indonesia.
“Melalui pertukaran pengetahuan ini, kami berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai potensi dan kesiapan SDM Indonesia. Kami juga ingin membangun perspektif positif di Jepang mengenai potensi tenaga kerja Indonesia sehingga kesempatan bagi peserta ESDP Indonesia dapat semakin terbuka, terutama pada sektor-sektor yang memiliki prospek pengembangan keterampilan yang baik,” ujar Cris.
Cris berharap, kerja sama Kemnaker dan Jepang dapat terus berkembang, tidak hanya dalam penempatan peserta ESDP, tetapi juga dalam pengembangan keterampilan, pertukaran informasi pasar kerja, peningkatan kualitas pelatihan, serta dukungan pemerintah daerah, khususnya bagi peserta selama berada di Jepang.
“Kami terbuka untuk melanjutkan pembahasan apabila terdapat program yang dapat dikembangkan bersama, termasuk pertukaran pengetahuan dan praktik mengenai pengelolaan serta integrasi tenaga kerja asing di tingkat lokal,” tutupnya.
Tags: Jepang
-
Tingkatkan Kapasitas BPD, Pemcam Air Manjunto Gelar Pelatihan BPD
-
Pendirian BUMDes Diharapkan Jadi Instrumen Optimalkan Potensi dan Berdayakan Ekonomi di Desa
-
Polres Tanggamus Bentuk Tim, Identifikasi dan Buru Pelaku Percobaan Curanmor di Alfamart Kota Agung Barat
-
Tuduhan Firli Soal Kapolda Metro Jaya Mengancam Dibantah Ketua KPK Nawawi
-
Tim Patroli Gabungan Koops TNI Papua Evakuasi 21 Pengungsi di Aifat Timur Jauh Maybrat
-
TNI Dropping Logistik dengan Metode Airdrop di Gayo Lues
-
Hadir di Acara Nikahan, Personil Gabungan Polsek Dan Polres Pinrang Kawal Ketat Artis Evi Masamba
-
Satgas TMMD Ke-119 Kodim 1715/Yahukimo Bantu Masyarakat Renovasi Gereja
-
Pendaratan Pasukan Gabungan Multinasional Tandai Operasi Amfibi Di Pantai Banongan
-
Usai Viral di Medsos, Respon Cepat Kapolres Demak Datangi Rumah Johari



