REAKSIMEDIA.COM | Tapanuli Selatan – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Kabupaten Tapanuli Selatan yang diwakili oleh sekretaris, Hubban Hasibuan.
membuka acara sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TTPO) bertempat di aula kantor Camat Angkola Timur, Jum’at (12/11/2021).
Sosialiasi tersebut diikuti oleh undangan tokoh masyarakat Angkola Timur, Pemerintah Desa, Ibu PKK Kecamatan Angkola Timur, serta organisasi kemasyarakatan.

Hubban Hasibuan dalam sambutanya menyampaikan, sosialisasi ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk mengantisipasi serta menambah wawasan pemahaman hukum bagi masyarakat khususnya kecamatan Angkola Timur tentang Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan dan kekerasan terhadap anak.
Adapun pengertian daripada perdagangan itu orang adalah tindakan perekrutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau pemnerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan penggunaan kekerasan, penculikan ,penyekapan pemalsuan ,penipuan, penyalagunaan kekuasaan atau posisi rentan ,penjeratan utang , memberi bayaran atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut baik yang dilakukan dalam negara maupun antar negara untuk persetujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.
Sementara itu, Camat Angkola Timur, Ricky Hadamean siregar, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut serta juga menyampaikan kondisi kecamatan Angkola Timur termasuk rawan dalam perlindungan anak.
“Dari beberapa kasus yang terjadi disalah satu desa seperti kasus sodomi terhadap anak kekerasan dalam rumah tangga, tentu dalam hal ini menjadi perhatian yang mana seluruh kepala desa dapat memberikan arahan dan kebijakan terhadap warga dengan memperbesar komunikasi serta pendekatan silaturahmi kepada tokoh masyarakat agar dapat mencegah kasus pidana ini” ujar Camat.

Ricky juga berharap kepada yang hadir dalam acara tersebut agar menyimak apa yang disampaikan narasumber sehingga kecamatan Angkola Timur tidak ada kasus TPPO dan kasus yang menimpa anak.
“Mudah – mudahan di Angkola Timur tidak terjadi hal yang demikian karena beberapa waktu lalu ada kejadian – kejadian seperti kekerasan terhadap anak, ada tiga kasuslah kemarin kekerasan terhadap anak dan untuk TPPO tidak ada. Jadi harapannya kedepan kepala desa dapat menyampaikan kemasyarakat langsung tentang sosialisasi ini agar masyarakat juga mengetahui,” harap camat Angkola Timur.
Laporan : Samsul Bahri HasibuanĀ
Tags: tapanuli selatan
-
Revitalisasi Diharap Mampu Jadikan Pulau Belibis Destinasi Unggulan di Solok Sumbar
-
Ingin Aparatur Desa Lancar Jadi Sarjana, Gus Halim Bentuk Tim Kendali Mutu RPL Desa
-
Jelang Pemilu, Polres Bogor Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Lodaya 2023-2024
-
BUM Desa Harus Ambil Peran Produksi dan Pemasaran Lada Belitung
-
Wakapolda Sulsel Tinjau Gelora Vaksinasi Pelajar Yang Digelar Akpol 1998 di SMKN 02 Makassar
-
Menerima Dirut LPPOM MUI, Wapres Terima Laporan Kinerja Layanan Sertifikasi Halal
-
Diresmikan Presiden Jokowi, Rusun Pasar Rumput Dengan Keistimewaan Konsep Terpadu
-
DAMRI Sukses Berangkatkan 66 Ribu Calon Jamaah Haji
-
HUT RI, Wamendes Paiman Tekankan Etos Kerja dan Gotong Royong
-
Generasi Muda PUPR Datangi TPA Bantargebang, Kementerian PUPR Dorong Program Bijak Kelola Sampah Bareng Waste4Change

