REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri (PERIKHSA) dan Penasehat Pengurus Besar Persatuan Menembak Indonesia (PB-PERBAKIN) Bambang Soesatyo menuturkan diperlukan peraturan khusus yang mengatur tentang perizinan senjata api beladiri sipil Non-Organik TNI/Polri. Peraturan khusus tersebut akan mengatur tentang hak dan kewajiban pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri (IKHSA). Termasuk, tata cara penggunaan dan mekanisme penegakan etika dan pengawasan terhadap pemilik IKHSA.
“Saat ini masih seringkali terjadi kerancuan ataupun multitafsir, baik dari kepolisian ataupun pemilik IKHSA, tentang kapan pemilik IKHSA bisa menggunakan senjata apinya. Sehingga tidak jarang berakibat dengan terjadinya kriminalisasi bagi pemilik IKHSA,” ujar Bamsoet saat halalbihalal dengan anggota Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri (PERIKHSA) di Black Stone Garage Kebayoran Baru Jakarta, Sabtu (13/5/23).
Pengurus PERIKHSA hadir antara lain Ketua Harian Eko Budianto, Sekjen Deche H. Hadian, Bendahara Umum Steven Djajadiningrat, Wasekjen Anom H R serta Nicolas Kesuma.
Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini mencontohkan, beberapa waktu lalu sempat ada kejadian dimana pemilik IKHSA menjadi ‘korban’ karena belum adanya peraturan khusus tentang hak dan kewajiban pemilik IKHSA. Saat itu, pemilik IKHSA harus berhadapan dengan hukum karena mengokang senjata api bela diri miliknya, untuk menghindari dikeroyok oleh sekelompok orang.
“Padahal, dia hanya mengokang dan menaruh kembali senjata api di sarungnya, sebagai antisipasi sekaligus pernyataan verbal bahwa dia bersenjata untuk mencegah terjadinya pengeroyokan yang sudah hampir terjadi. Tetapi, tetap dia harus berhadapan dengan aparat hukum,” kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini menerangkan, DPP PERIKHSA sendiri telah membuat serta menyerahkan rancangan naskah akademik peraturan pemerintah (PP) yang disiapkan PERIKHSA tentang Perizinan Senjata Api Beladiri Sipil Non-Organik TNI/Polri, kepada Menteri Hukum dan HAM RI sekaligus Ketua Dewan Penasehat PERIKHSA Yasonna Laoly. Keberadaan PP tersebut sangat penting, karena bisa dijadikan rujukan untuk membuat Pedoman Kapolri dan Pedoman Jaksa Agung, sehingga ketentuan peraturan perundangan yang mengatur tentang kewajiban pemilik izin khusus senjata api beladiri menjadi semakin jelas.
“Saat ini payung hukum keberadaan pemilik IKHSA diatur dalam undang-undang yang bersifat umum. Antara lain UU Darurat Republik Indonesia No.12/1951, serta Perppu No.20/1960 tentang Kewenangan Perizinan yang Diberikan Menurut Perundang-Undangan Mengenai Senjata Api. Namun belum ada ketentuan yang bersifat khusus dan spesifik sebagaimana tertuang dalam PP yang mengatur lebih lanjut tentang hak dan kewajiban pemilik IKHSA. Termasuk tentang tata cara penggunaan dan mekanisme penegakan etika dan pengawasan terhadap pemilik IKHSA,” pungkas Bamsoet.
Laporan : Sandio
Tags: jakarta
-
Bangun Ekosistem Fesyen Muslim Indonesia, Perlu Roadmap Secara Berkelanjutan
-
Sukseskan Program Pembelajaran Tatap Muka, Polres Tegal Kota Gencarkan Vaksinasi Merdeka Anak
-
Apel Komandan Satuan Jajaran TNI Angkatan Udara 2024, Lanud Sultan Hasanuddin Terima Penghargaan Zona Integritas
-
Iptu Ahmad Rizal Kasat Reskrim Polres Pinrang Pimpin Personil Olah TKP Penemuan Mayat di Kecamatan Suppa
-
Polres Mukomuko Gelar Press Release Narkoba, Kapolres : Wilayah Hukum Polsek Mukomuko Selatan Rawan Narkoba
-
MPC PP Padang Sidempuan Ikut Berpartisipasi Dalam Kegiatan Vaksinasi Serentak Bersama Polres Padang Sidempuan
-
Khidmat, Polres Mukomuko Gelar Upacara dan Syukuran di Puncak Hari Bhayangkara ke 77
-
Disambut Ribuan Masyarakat DR. H .Andi Aslam Patonangi, S.H.M.Si Mantan Bupati 2 Periode Support Full Menangkan (BERIMAN) Iwan Sudirman
-
Dirjen Bina Pemdes Terima Audiensi Pengurus ABPEDNAS
-
Silahturahmi dan Sinergi TNI – Polri Kapolsek Jasinga, Panit Intelkam dan Bhabinsa Dan Perangkat Desa Laksanakan Dialogis Kamtibmas Terkait Pencegahan Tindakan Kriminalitas dan TPPO di Wilayah Hukum Polsek Jasinga



