KPLPA Gelar Lomba Puisi “Enchanted Tales”, Jadi Panggung Sastra untuk Semua Kalangan

REAKSIMEDIA.COM | Jakarta — Kreativitas dan kecintaan terhadap sastra kembali mendapat ruang melalui ajang “Enchanted Tales: The Stories of Expression” yang digelar Kartini Peduli Lindungi Perempuan dan Anak (KPLPA), Sabtu, 3 Oktober 2026.

Mengusung konsep Panggung Sastra, kegiatan ini menjadi wadah bagi berbagai kalangan untuk mengekspresikan gagasan, perasaan, dan kreativitas melalui seni baca puisi.

Peserta yang mengikuti lomba tidak hanya berasal dari kalangan pelajar, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum dan organisasi kemasyarakatan. Mulai dari siswa Sekolah Dasar (SD), pelajar tingkat menengah, hingga masyarakat dari berbagai latar belakang turut ambil bagian dalam ajang tersebut.

Kegiatan ini menghadirkan suasana kompetisi yang sekaligus menjadi ruang apresiasi terhadap seni sastra. Para peserta ditantang untuk membawakan puisi dengan karakter, penghayatan, vokal, serta ekspresi masing-masing.

Ketua Umum KPLPA, Dewi Ratnasari, SE, mengatakan konsep “Enchanted Tales: The Stories of Expression” membawa nuansa cerita dan ekspresi ke atas panggung.

“Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan karya dengan karakter dan gaya masing-masing. Panggung sastra tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bertemunya berbagai generasi,” ujar Dewi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Lilis Suryati, A.Md., mengatakan kehadiran peserta dari berbagai kelompok usia memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, perbedaan usia dan latar belakang peserta justru memperkaya ekspresi serta perspektif yang ditampilkan di atas panggung.

“Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Pancasila,” kata Lilis.

Dewi menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya minat masyarakat terhadap sastra, khususnya puisi dan seni pertunjukan, sekaligus menjadi ruang pengembangan kreativitas generasi muda.

Dukungan Berbagai Pihak
Penyelenggaraan Panggung Sastra KPLPA mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Pertamina, The Amboja, dan Antam.
Turut hadir memberikan dukungan, Menteri Kebudayaan Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc. atau yang mewakili, Ibu Nissa Rengganis, Pembina KPLPA Dr. Jan S. Maringka, SH., MH., serta Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja/Kanjeng Gusti Sultan Sepuh dan Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., S.H., M.H.

Baca juga:  Pastikan Tertangani dengan Baik, Kabid Humas Polda Sulsel Saksikan Langsung Operasi Mata Anak Korban Kekerasan Orangtuanya

Dukungan juga datang dari manajemen The Amboja, termasuk Ilham L. Fadjrin, yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Melalui Panggung Sastra, KPLPA berupaya menghadirkan ruang ekspresi yang dapat dinikmati berbagai kalangan sekaligus mempertemukan dunia pendidikan, komunitas, masyarakat umum, dan organisasi kemasyarakatan dalam satu panggung kreativitas.
Dewan Juri Tetapkan Para Pemenang Lomba Baca Puisi

Setelah melalui proses penilaian, dewan juri yang terdiri dari Erny Juliana dan Amrin Bachtiar menetapkan para pemenang lomba baca puisi “Enchanted Tales: The Stories of Expression”.

Berikut daftar pemenangnya:
Juara 1 — Nazril Ibrahim
Membawakan puisi “Kita Adalah Pemilik”
Pelajar/Siswa SMKN 58 Jakarta
Juara 2 — Keysa Aulia
Membawakan puisi “Diponegoro”
Pelajar/Siswi SMKN 58 Jakarta
Juara 3 — Cyntia Rahma
Membawakan puisi “Karawang-Bekasi”
Pelajar/Siswi SDN 03 Cibubur Pagi
Juara Favorit — Jovanka Gracia Naiborhu
Membawakan puisi “Tanah Air Mata”
Pelajar SMKN 58 Jakarta
Para pemenang tersebut dinilai mampu menunjukkan kemampuan dalam mengolah vokal, ekspresi, penghayatan, serta penyampaian pesan melalui karya puisi yang dibawakan.

Ajang “Enchanted Tales: The Stories of Expression” menjadi momentum bahwa sastra masih memiliki ruang penting di tengah perkembangan zaman. Melalui puisi, kata-kata tidak hanya dibacakan, tetapi juga dihidupkan melalui ekspresi dan penghayatan.

KPLPA berharap Panggung Sastra dapat terus berkembang menjadi ruang kreatif yang mempertemukan berbagai generasi dan latar belakang.

Kata, ekspresi, dan cerita bertemu di atas panggung—membawa sastra semakin dekat dengan masyarakat.

Laporan : Ria Satria

Tags: