REAKSIMEDIA.COM | Halmahera Utara — Di tengah ancaman cuaca ekstrem yang melanda perairan Maluku Utara, perlindungan terhadap aspek keselamatan nelayan kini menjadi prioritas tertinggi. Menindaklanjuti kondisi alam yang tak menentu, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara melalui Markas Unit (Marnit) Tobelo memperkuat sinergi dengan Syahbandar Perikanan Tobelo demi memastikan prosedur keselamatan pelayaran di wilayah Halmahera Utara berjalan optimal.
Langkah preventif ini dibahas dalam koordinasi intensif yang dipimpin langsung oleh Danmarnit Tobelo, Hely TK, S.IP., bersama Kepala Syahbandar Perikanan Tobelo, Nulfawan Pobela. Fokus utama pertemuan ini adalah memitigasi risiko bagi para nelayan yang masih beraktivitas di tengah potensi gelombang tinggi dan angin kencang.
Danmarnit Tobelo, Hely TK, S.IP.,menegaskan bahwa kewaspadaan ekstra adalah langkah mutlak. Menurutnya, koordinasi lintas instansi merupakan kunci utama agar kebijakan keselamatan di lapangan dapat berjalan efektif dan ditaati oleh seluruh elemen masyarakat maritim.
“Kondisi cuaca saat ini memerlukan ketegasan dalam pengawasan. Kami melakukan langkah-langkah nyata untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya kecelakaan laut,” ujar Hely.

Sebagai tindakan konkret, Syahbandar Perikanan Tobelo secara resmi menangguhkan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal-kapal nelayan maupun armada perikanan lainnya. Kebijakan ini diberlakukan sebagai standar prosedur pengamanan hingga kondisi perairan dinyatakan benar-benar aman untuk pelayaran.
“Keselamatan pelayaran adalah hal yang tidak bisa ditawar. Untuk sementara, kami tidak mengeluarkan SPB sampai cuaca membaik. Ini semata-mata dilakukan sebagai upaya antisipasi agar nelayan tidak menghadapi risiko besar di tengah laut,” tegas Syahbandar, Nulfawan Pobela.
Nulfawan juga mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada dan menjadikan keselamatan sebagai pertimbangan utama sebelum melaut. Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan aktivitas perikanan harus senantiasa berpijak pada standar keselamatan yang berlaku, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem.

Sinergi antara Ditpolairud Polda Malut dan Syahbandar Tobelo ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman. Komitmen bersama ini diharapkan mampu memperkuat budaya keselamatan pelayaran serta meminimalisir angka kecelakaan laut di wilayah pesisir Halmahera Utara.
Laporan : Edwin Tatipang
Tags: halmahera utara
-
Gus Halim: Kepala Desa Perempuan Harus Kuasai SID
-
Presiden Serahkan Bantuan Sosial di Pasar Tanjung dan Pasar Bulakamba Brebes
-
Gus Halim: Kearsipan Harus Berlandaskan Keterbukaan Informasi Publik
-
Panglima TNI Hadiri Peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara, Perkuat Sinergi TNI-Polri
-
Bakamla RI Babel Bongkar Praktik Ilegal Kolektor Pasir Timah
-
Wamendes Paiman Ajak Kades Terus Konsisten Kelola Inovasi BUM Desa
-
Gus Halim: Desa Masih Menjadi Poros Pemulihan Ekonomi Nasional Pascapandemi
-
Dandim 1710/Mimika Hadiri Parade Paskah Okuimene 2025
-
Babinsa Koramil 02/Timika Dampingi Petani Merawat Tanaman Cabe
-
Pokja I Satgas Pengawalan DOB Percepat Penyediaan Sarpras untuk Papua Selatan

