REAKSIMEDIA.COM | Badung – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menekankan komitmen dalam memajukan pemberdayaan kampung sebagai pendorong utama pemerataan ekonomi nasional, khususnya desa-desa di Indonesia Timur.
Menurutnya, pemerataan ekonomi desa itu diharapkan mengoptimalkan potensi ini, sebab peningkatan kapasitas ekonomi desa di sektor pertanian dan perikanan di wilayah timur akan berkontribusi besar pada ketahanan pangan nasional.
“Maka saya titip pesan, kalau mau program Tekad ini berhasil dan tetap berlanjut, jangan kegiatan ini hanya untuk formalitas saja. Bapak Ibu harus berkomitmen setelah pulang dari Bali, ceritakan keindahan kesantunan Bali, tapi mencontohnya juga,” jelas mantan Wakil Ketua MPR RI itu saat melakukan penutupan agenda Farmer to Farmer Visit Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Hilton Garden Bali, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (27/11/2025).
Lebih lanjut, Mendes Yandri juga berharap para Kader TEKAD dapat berperan mendukung peningkatan nilai tambah produk industri Desa-Desa di Indonesia Timur melalui optimalisasi teknologi digital seperti IoT, Big Data, dan AI demi terciptanya Bali yang lain di Indonesia Timur.
Pasalnya, tanpa inovasi teknologi sektor industri tidaklah kompetitif dan bernilai tambah tinggi. Dan sederet proses ini didorong oleh peningkatan sumber daya manusia yang signifikan, inovasi yang berkelanjutan, dan infrastruktur yang memadai.
“Memang kita bukan hanya sekedar program, bukan hanya bagi-bagi duit, bagi-bagi program terus hilang, nggak. Kita disitu ada pemberdayaan. Kemendes ingin sekali Desa-Desa (Lokus Tekad) itu seperti di Bali,” jelas mantan Anggota DPR RI itu.

Mendes Yandri juga meminta agar setiap insan Tekad dapat kompak selalu dan bahu-membahu lintas sektor dalam bersinergi-bergerak untuk menyukseskan program di desa-desa di Indonesia Timur.
Menurutnya, program ini juga bergantung pada sinergi lintas sektor, seperti kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat desa, untuk memastikan program tidak hanya berjalan secara top-down tetapi juga sebagai gerakan bersama.
“Tanah kita sudah subur, apa yang belum subur?, kekompakan kita, persatuan kita, kemauan kita yang belum subur. Saya ingin sekali Bapak Ibu, ambil timba ilmunya, ATM. Amati, Tiru, dan Modifikasi,” papar Menteri asal Bengkulu Selatan ini.
“Kita ciptakan Bali-Bali yang lain. Kita ciptakan Desa Kopi dari Bali yang lain. Copy paste, nggak apa-apa,” pungkasnya.
Hadir dalam kesempatan itu, Staff Ahli Perekonomian Gubernur Bali, I Wayan Ekadina. Sementara yang mendampingi Mendes Yandri, Dirjen PEID Kemendes PDT, Tabrani, Penasihat Menteri Zainuddin Maliki, dan sejumlah Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Kemendes PDT.
Sumber : Dayat/Humas Permendes
Tags: Badung
-
Menparekraf Lantik Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf
-
Gerai Vaksin Presisi Polsek Kramatwatu Polres Serang Kota Layani 300 Mahasiswa Dan Masyarakat
-
Kapolres Serang Kota Kini dijabat AKBP Maruli Achilles Hutapea, S.IK., MH
-
Kasus Penggandaan Uang, Ketua DPD RI Minta Masyarakat Selalu Berpikir Rasional
-
Tinjau Banjir Aceh Utara, Menteri Basuki: Fokus Penanganan Tanggul Jebol dengan Geobag dan Bronjong
-
Merasa Dirugikan Tak Diundang Debat Calon Bupati & Wakil Bupati Mukomuko, Sapuan: “Ini Langkah Politik yang Kurang Bermartabat”
-
Kasum TNI Hadiri Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI
-
Kunjungan Kerja Kepala Keuangan Kodam Iskandar Muda ke Korem 012/TU
-
Desa Digital Permudah Pengembangan Ekonomi Desa
-
Aksi Keempat Forum Mahasiswa Penindakan korupsi Kejatisu : Kami Akan Turunkan Tim Ke Lapangan



