REAKSIMEDIA.COM | Kabanjahe Karo – Ada sekitar 892 Kepala Keluarga Pengungsi Korban Erupsi Gunung Sinabung yang meliputi Desa Sukanalu, Desa Sigarang- garang, Dusun Lau Kawar Kecamatan Namanteran Dan Desa Mardingding Kecamatan Tiganderket nasibnya belum jelas dan terombang ambing.
Salah satu penyebabnya adalah terkait Lahan Usaha Tani ( LUT) yang mengunakan dana hibah RR tahun 2018 yang berakhir masa pemanfaatannya tanggal (27 /07/2021) dan hingga berakhirnya masa tenggang tersebut LUT bagi warga belum dapat direalisasikan.

Diketahui Lahan Usaha Tani (LUT) yang akan dibagikan bagi warga pengungsi Sinabung tahap III masing- masing seluas 5000 meter per satu Kepala Keluarga (KK) atau +-480 ,11 ha sesuai kebutuhan lahan 1.022 petak.
“Nasib kami pengungsi erupsi Gunung Sinabung tahap ke III ini belum jelas kapan selesainya dan kapan bisa menerima lahan usaha tani yang dijanjikan pemerintah seluas 5000 meter per KK,” ungkapnya.
Kami rasa penyediaan LUT sangat lambat bahkan terkesan terabaikan hingga 3 tahun lamanya tak selesai- selesai. Pada hal ijin pemanpaatan lahan tersebut sudah keluar SKnya dari Kementrian Kehutanan dan tinggal pelaksanaan realisasi di lapangan saja,” kata salah seorang pengungsi yang mengaku sebutan dirinya Iting, Senin ( 09/08/2021) di halaman Kantor DPRD Jalan Veteran Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo Sumatera Utara.

Dikatakannya lagi rumah yang mereka terima belum sepenuhnya ditempati , karena mereka masih menunggu LUT untuk berusaha bercocok tanam penopang hidup tinggal ditempat baru di Siosar yang jauh dari bahaya erupsi Gunung Sinabung yang tak kunjung selesai.
Hal senada disampaikan, Riani Br Tarigan warga Desa Sukanalu ,selain LUT sewa rumah kami juga belum, dibayar, mulai bulan Januari sampai Agustus 2021 harus nya telah kami terima pada Oktober 2020 lalu sebesar Rp. 6.400 000 sewa rumah dan lahan Pertanian.
“Apabila hal ini terus menerus tak ada solusi kami meminta kembali dibuka posko pengungsian atau bila tahun ini tak terselesaikan serahkan kepada kami dana RR biar kami yang mengelola,” ujarnya.
Kepala Desa Sukanalu Kecamatan Namanteran, mengatakan kekecewaannya, karena dia beranggapan tidak ada lagi alasan tidak siap ,sudah terlalu lama ini, jangan nanti habis kesabaran masyarakat ini dan tidak percaya lagi kepada Pemkab Karo, ini harus segera diselesaikan, kalau tidak tunggulah..” ujarnya.
Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Karo , Juspri M. Nadeak mengatakan, Lahan Usaha Tani yang jumlahnya 480 ha sesuai kebutuhan bagi 892 kepala keluarga belum sepenuhnya terpenuhi.
“Kami telah menyarankan agar sebagian dulu yang naik keatas , tapi mereka meminta sekaligus saja, takut mereka yang belakangan tidak mendapat LUT lagi,” ujarnya sambil berkata ini ada lagi rapat masàlah pengungsi dengan DPRD.” Katanya.
Laporan : Erianto Perangin Angin
Tags: kabanjahe karo
-
Keakraban Babinsa Dengan Warga Kampung Kokonao Ciptakan Suasana Kemanunggalan
-
Pemerintah Setujui RUU 8 Provinsi Dilanjutkan ke Rapat Paripurna
-
Polsek Teramang Jaya Amankan Dua Pelaku Pencurian TBS Sawit Di PT DDP
-
Bupati Mukomuko Buka Sosialisasi Bahaya Paham dan Aliran Keagamaan di Kecamatan V Koto
-
Masyarakat Kelurahan Perjaringan Jakarta Utara Dukung Perbaikan Saluran Air dan Jalan Lingkungan
-
Menparekraf Dorong Pelaku Ekraf Kota Makassar Tetapkan Subsektor Ekraf Unggulan
-
Harlah ke-57 Ponpes Al-Islam Ponorogo, Wapres Harapkan Peningkatan Daya Saing Santri
-
Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos Membuka Secara Resmi Konferensi (PGRI) Kabupaten Pinrang Masa Bakti 2025–2030
-
Hadiri Puncak Anugerah Garnas Buana Award 2022, Mendagri Berikan Penghargaan kepada Daerah Berprestasi
-
Walikota Padangsidimpuan Bekerjasama Dengan Bank Sumut, Salurkan Zakat Mal Untuk 100 Mustahak

