REAKSIMEDIA.COM | Bandung – Seiring berkembangnya kendaraan listrik dan energi terbarukan saat ini, kebutuhan terhadap kompetensi di bidang green jobs pun turut berkembang serta berpotensi membuka peluang kerja baru bagi tenaga kerja Indonesia. Karena itu, perkembangan teknologi perlu diikuti dengan kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan bahwa kebutuhan tenaga kerja hijau akan terus meningkat sejalan dengan perkembangan ekonomi dan teknologi yang semakin mengarah pada transisi hijau. Indonesia sendiri menargetkan jumlah tenaga kerja hijau mencapai sekitar 5,01–5,32 juta orang pada 2029.
“Teknologinya berkembang, tenaga kerjanya juga harus kita siapkan. Jangan sampai teknologinya sudah tersedia, tetapi tenaga kerja yang mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya belum siap,” kata Yassierli saat memberikan arahan pada acara Green Mobility & Vocational Synergy 2026, di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, perkembangan kendaraan listrik dan energi terbarukan tidak hanya menciptakan kebutuhan terhadap produk dan teknologi baru, tetapi juga membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi yang spesifik. Kebutuhan tersebut antara lain mencakup teknisi kendaraan listrik, instalasi tenaga surya, pengoperasian stasiun pengisian, pemeliharaan, hingga keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
“Transisi hijau membutuhkan teknologi, investasi, dan yang paling penting, tenaga kerja yang kompeten,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Yassierli menekankan pentingnya pelatihan vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia kerja. Industri perlu dilibatkan dalam penyusunan kurikulum, penyediaan instruktur, praktik kerja, sertifikasi, hingga penempatan lulusan.
“Fokus kita jelas: peserta selesai pelatihan, kompetensinya diakui, kemudian bekerja atau berusaha,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Yassierli juga mengingatkan agar pengembangan kompetensi tidak mengabaikan aspek K3. Kompetensi kelistrikan, penanganan baterai, pencegahan kebakaran, serta prosedur keadaan darurat perlu menjadi bagian dari pelatihan teknologi hijau.
“Kita ingin peserta pelatihan memiliki kompetensi yang utuh. Bukan hanya mampu memasang, mengoperasikan, dan memperbaiki sistem, tetapi juga memahami aspek keselamatannya,” ujarnya.
Tags: bandung
-
Kemendagri: Satpol PP dan Damkar Garda Terdepan Penegakan Protokol Kesehatan
-
Ukir Prestasi, Satgas Yonarmed 1 Kostrad Kembali Terima Penghargaan dari Pangdam XVI/Pattimura
-
Perlunya Polres Pekalongan Melakukan Penyusunan Indikator Kinerja Utama TA. 2022
-
Jamin Kepastian Hukum Pelaksanaan Pemilu, Pemerintah Terbitkan Perppu Pemilu
-
Mengenal Lebih Dekat Joint Operation Center Ruang Kendali Latihan Super Garuda Shield 2024
-
Aksi Pencurian Dengan kekerasan Di Gerai Pizza HUT, Pihak kepolisian Berhasil Amankan Para Pelaku Penyekapan
-
Presiden Jokowi Terima Surat Kepercayaan Empat Duta Besar Negara Sahabat
-
Jelang Rampung, Kodim 0428/Mukomuko: Semangat Gotong Royong Yang Kuat Hadir Disaat Pengecoran dan Pengerasan Lantai Jembatan Perintis Garuda Tanjung Jaya
-
Sidang Rizqi Al Haddar di PN Jakut Memanas! BAP Disangkal, Status Penahanan Dipersoalkan, Dugaan Kejanggalan Aparat Diseret ke Propam hingga DPR
-
Nekad Parkir Truk Dibahu Jalan, Bakal Ditindak Tegas


