REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mendorong percepatan pembangunan infrastruktur desa di Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan guna meningkatkan perekonomian masyarakat serta memperluas akses pemasaran hasil bumi. Hal ini dinilai penting sebagai langkah strategis dalam memajukan desa dengan potensi lokal berupa sumber daya alam yang melimpah.
Di antaranya berupa kentang, wortel, kol, dan hasil sawah lainnya yang seharusnya bisa dipasarkan hingga lintas provinsi. Kendati demikian, Kabupaten Yahukimo belum memiliki akses cukup seperti jalan desa yang memadai, jembatan, serta sarana transportasi yang menjadi faktor penting agar hasil pertanian masyarakat dapat didistribusikan ke pasar yang lebih luas.
“Kita bangun infrastruktur jalan produksi aja, air bersih, juga jembatan. Karena kentang itu nanti nggak kita pasarkan ke Yahukimo aja tapi juga ke Jawa, Kalimantan, Sulawesi,” kata Mendes Yandri saat audiensi dengan Bupati Yahukimo Didimus Yahuli di Kantor Kemendes PDT, Rabu (11/3/2026).

Rencana ini akan direalisasikan dalam waktu dekat melalui program yang merupakan kerja sama antara Kemendes PDT dengan World Bank. Tujuannya adalah percepatan pembangunan Indonesia Timur, yang mana Papua Pegunungan adalah lokasi yang disasar sehingga kemajuan tidak hanya di Provinsi Jawa atau titik terdekat Ibu Kota Indonesia.
Seperti diketahui, Kabupaten Yahukimo berada di Papua Pegunungan dengan tingkat kesuburan tanah yang tinggi. Kondisi ini dipastikan sempurna dalam mendukung realisasi Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih jika kendala infrastruktur cepat teratasi.
Sementara itu, pemerintah daerah Yahukimo menyambut baik dorongan tersebut dan berharap dukungan dari Mendes Yandri dapat mempercepat pembangunan desa di wilayahnya. Dengan adanya infrastruktur yang memadai, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat perekonomian desa.

Selain pembangunan infrastruktur, pertemuan tersebut juga membahas percepatan peningkatan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat. Beberapa sasaran kegiatannya adalah mengurangi kemiskinan dan gizi buruk, meningkatkan pendapatan, serta menyediakan lapangan kerja sementara melalui pembangunan infrastruktur berbasis sumber daya lokal.
Dalam merealisasikannya, ada beberapa kegiatan yang menjadi pertimbangan di antaranya adalah KDMP, BUMDesa, dana insentif fiskal daerah tertinggal, dan padat karya. Tentu saja hal ini melibatkan beberapa pihak tidak terbatas pada Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Kemendes PDT namun juga lainnya dengan semangat kolaborasi.
Sumber : Ria/Humas
Tags: jakarta
-
Silaturahmi Virtual, Menteri Basuki: Percepat Belanja Infrastruktur dan Larang Belanja Impor
-
Satgas TMMD Kodim 1506/Namlea Ikuti Upacara HUT Ke-80 Kemerdekaan RI di Alun-Alun Kota Buru Selatan
-
Tanam Pohon Ganja, Seorang Bandar Dibekuk Satresnarkoba Polres Tegal
-
Polresta Cilacap Tangkap Pelaku Pencabulan Terhadap Anak
-
Presiden Minta Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan di IKN Lebih Dimatangkan
-
Peringatan Hari Habitat Dunia 2021, Kementerian PUPR Tekankan Pentingnya Aksi Nyata Wujudkan Perkotaan Bebas Karbon dan Tangguh Terhadap Perubahan Iklim
-
Tak Ingin Angka Covid-19 Di Jateng Naik Lagi, Polda Jateng Akan Kembali Lakukan Penyekatan
-
Kemendagri Minta Pemerintah Daerah Percepat Penegasan Batas Desa
-
Hari ini, BIN Tambah 12 Ribu Penerima Dosis 2 Vaksin Covid-19 di Sumut
-
Hadiri Barus Bersholawat untuk Indonesia, Wapres Tekankan Pentingnya Bersalawat



