REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan komitmen Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dalam penyelenggaraan Keterbukaan Informasi Publik.
Hal tersebut disampaikan Mendes Yandri saat Presentasi Uji Publik Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 yang diselenggarakan Komisi Informasi Pusat (KIP) di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/11/2025).
“Saya berkomitmen bahwa siapa pun pejabat publik, apalagi memimpin sebuah kementerian, sejatinya harus tampil paling depan dalam hal untuk kita memastikan informasi publik itu dinikmati oleh siapa pun, bukan hanya di lingkungan kementerian,” ungkap Yandri.

Lebih lanjut Yandri mengatakan, keterbukaan informasi publik penting dilakukan agar masyarakat desa mengetahui program-program dan kebijakan yang di lakukan oleh Kemendes PDT.
Selain itu, komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam keterbukaan informasi publik ini juga menjadi modal berharga untuk berkolaborasi dan bekerja sama dengan lintas kementerian/lembaga dalam membangun desa.
Menurutnya, apabila Kemendes PDT tertutup, maka kolaborasi lintas kementerian/lembaga tidak akan terjadi. Sebaliknya, jika Kemendes PDT terbuka dan jujur dalam hal keterbukaan informasi publik, maka partisipasi lintas kementerian/lembaga akan datang dengan sendirinya.
“Tapi kalau ada kong-kalikong, ada yang kita sembunyikan, itu bagi saya juga beban, tapi kalau kita buka semua dan pengaduan juga secara transparan kemudian penyelesaian juga secara transparan, saya yakin partisipasi itu akan datang dengan sendirinya,” ungkap Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.
Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Pusat Donny Yoesgiantoro mengapresiasi komitmen pimpinan kementerian/lembaga yang terus mendukung keterbukaan informasi publik.

Menurutnya, setiap aksi yang mendukung keterbukaan informasi publik mempunyai nilai tersendiri, sehingga ke depan keterbukaan informasi di kementerian/lembaga menjadi arus utama dalam setiap kegiatan dan menjadi badan publik lebih baik dari waktu ke waktu.
“Mudah-mudahan dengan komitmen pimpinan badan publik yang hadir di sini, ke depan keterbukaan informasi bisa menjadi arus utama dalam setiap kegiatan badan publik dan tentunya menjadikan badan publik menjadi lebih baik dari waktu ke waktu,” ujar Donny.
Sebagai informasi, Komisi Informasi Pusat menyelenggarakan monitoring dan Evaluasi (Monev) pada 18-20 November 2025 terkait keterbukaan informasi publik 2025 yang sudah memasuki tahapan uji publik untuk memastikan penerapannya berjalan sesuai standar.
Sumber : Rifqi Humas Kemendes
Tags: jakarta
-
Polda Metro Jaya Musnahkan 315,7 Kg Narkotika Hasil Sitaan Februari–April 2025
-
Forkompincam Sukorejo Sidak Stok dan Harga Migor di Sejumlah Toko
-
Buka Acara Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan Keuangan, Kapolda sumut berikan Penghargaan
-
Jangan Sampai Anak Lokal Menjadi Penonton di Tanah Sendiri
-
Wakapolda Metro Jaya Hadiri Pertandingan Eksibisi Kapolri Cup Volleyball Tournament 2023
-
Secara Y-on-Y Kota Sukabumi Inflasi Sebesar 2,52 Persen Pada Mei 2024
-
Konstruksi Selesai, PLBN Terpadu Yetetkun Siap Diresmikan dan Menjadi Sentra Ekonomi Masyarakat Boven Digoel
-
Empat Nama Besar Kolaborasi Kenalkan Eskayvie ke Indonesia, Pelopor Suplemen Herbal Berbasis Riset Ilmiah
-
Puluhan DPK Dan Pelatih Ikuti Rakerda dan TOT Pelatih Qasidah Angkatan ke-I Tahun 2025 Yang Digelar DPD LASQI NJ Kabupaten Bogor
-
Kabid Humas Polda Jabar: Update Sementara Pasca Gempa Bumi Cianjur

