Menparekraf Apresiasi Gim Lokal “A Space for The Unbound” Raih Perhatian Internasional

IMG 20230228 WA0119

REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi gim lokal “A Space for The Unbound” yang berhasil meraih perhatian dunia.

A Space for the Unbound dirilis pada 19 Januari 2023 untuk kanal PC dan konsol dan tersedia di Steam, Epic Games Store, GOG.COM, Nintendo Switch, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X, dan Xbox Series S.

“A Space for the Unbound membuktikan bahwa gim ini memiliki nilai ekspor, baik secara produk maupun secara nilai budaya. Apabila mendapat support yang tepat, tidak hanya ‘A Space for the Unbound’, gim-gim lokal lain juga dapat mencapai pasar global dan kelak menjadi penyumbang devisa yang besar bagi negara,” kata Menparekraf Sandiaga dalam “The Weekly Brief with Sandi Uno” yang berlangsung secara hybrid di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (27/2/2023).

“A Space for the Unbound” dikembangkan oleh Mojiken Studio, studio yang berbasis di Surabaya, dan dipublish oleh Toge Productions, development dan publishing studio yang berbasis di Tangerang. Demo dari gim ini sudah dikeluarkan ke publik sejak awal 2020 dan mendapatkan ribuan _review_ positif dari pemain global dan telah dinantikan oleh banyak orang.

“A Space for the Unbound” adalah gim petualangan dengan unsur naratif dan puzzle berlatar Indonesia tahun 90-an yang bercerita tentang dua sejoli SMA menghadapi akhir dari tahun sekolah mereka. Tidak hanya itu, mereka juga harus menghadapi hal-hal supernatural yang terjadi di kota mereka seraya menemukan jati diri.

Gim ini memperkenalkan budaya serta nilai-nilai keunikan Nusantara melalui gim kepada masyarakat global, misalnya lagu keroncong, penjual cimol, warung kelontong, kehidupan anak SMA tahun 90an, mengumpulkan tutup botol minuman, dan lain sebagainya. Melalui gim ini, orang-orang berusaha mengenal Indonesia lebih jauh lagi, menjadi lebih kenal dan dekat dengan budayanya.

Selain gim sebagai hiburan, “A Space for the Unbound” membuktikan bahwa gim juga bisa menjadi sarana bagi khalayak umum untuk menyampaikan perasaan, menyampaikan cerita, serta mengubah hidup mereka. Gim “A Space for the Unbound” mengangkat topik yang jarang diangkat, seperti kesehatan mental, trauma masa kecil yang didapat dari lingkungan keluarga dan pergaulan, hingga perasaan gagal dalam hidup.

Baca juga:  Gus Halim Tekankan Posisi Bumdes sebagai Konsolidator

“Kami akan mendukung semaksimal mungkin, karena ini mengenalkan budaya dan nilai-nilai keunikan nusantara,” kata Menparekraf Sandiaga.

Jauh sebelum gim ini rilis, “A Space for the Unbound” telah memenangkan banyak penghargaan di ajang internasional, seperti Grand Prix Award di Sense of Wonder Night, Tokyo Game Show 2020 dan Best Storytelling di SEA Games Awards 2020 yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Penghargaan besar lainnya yang patut dibanggakan adalah A Space for the Unbound menjadi salah satu peraih penghargaan Future Division di Japan Game Awards 2022 yang diadakan di Tokyo Game Show.

IMG 20230228 WA0120

Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam, mengatakan, pasar gim Indonesia memiliki potensi yang sangat besar yakni mencapai 2 miliar dolar AS. Namun dari jumlah tersebut, 90 persen masih didominasi oleh gim-gim besutan asing.

“Tapi gim produksi Mojiken ini terkenal di luar. Jadi saya yakin ke depan kalau kita bisa menciptakan ekosistem yang baik, kita bisa jadi tuan rumah dan kuasai pasar internasional,” ujar Neil.

CEO dan Founder Mojiken Studio, Eka Pramudita Muharram, mengatakan, ide awal cerita dari gim ini diambil dari lingkungan tumbuh kembang dirinya di Surabaya. Ia melihat banyak landmark seperti gedung-gedung, sarana transportasi, dan lainnya. Selain sebagai gim, ia ingin A Space for the Unbound dapat menjadi _time capsule_ tentang Surabaya di tahun 90an.

“Ternyata setelah kami rilis lumayan banyak dapat apresiasi positif, karena menggambarkan masa kecil. Selain dari _environment_ juga cerita dan naratif yang jadi _relate_ untuk mereka (pemain gim) baik dari Indonesia dan luar,” ujar Eka.

Sementara CEO dan Founder Toge Production, Kris Antoni Hadiputro Nurwono, berharap dukungan dari pemerintah dan pihak-pihak lain dalam pengembangan industri gim lokal. Gim di Indonesia saat ini terus bertumbuh yang menunjukkan Indonesia memiliki potensi besar untuk tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi juga ekspor produk digital dan budaya Indonesia ke luar negeri.

“Saya merasa di Indonesia banyak talenta muda untuk menjadi _game developer_ yang bisa menciptakan karya luar biasa bagus,” ujar Kris.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf baik secara daring maupun luring. (*)

Laporan : Suryadi

Tags: