REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar membeberkan kontribusi transmigrasi selama ini dalam membangun negeri.
Menurut Halim Iskandar, transmigrasi telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan negeri sejak pertama kali dilakukan proses pemindahan penduduk, tepatnya pada 12 Desember 1950 di era pemerintahan presiden Soekarno.
“Transmigrasi pertama memberangkatkan 25 KK dengan total 98 jiwa ke lokasi transmigrasi di Lampung dan Lubuk Linggau,” kata Halim Iskandar saat Kuliah Online bertajuk “Kontribusi Transmigrasi Membangun Negeri,” Kamis (01/07/2021).
Halim Iskandar menjelaskan, istilah transmigrasi dicetuskan pertama kali oleh Bung Karno pada tahun 1972. Kemudian ditindaklanjuti oleh Wakil Presiden Bung Hatta dalam Konferensi Ekonomi di Kaliurang, Yogyakarta pada 3 Pebruari 1964.
“Tujuan utama dan pertama pelaksanaan transmigrasi adalah mendukung pembangunan industrialisasi di luar Jawa. Jadi sudah jauh jangkauan para founding fathers kita saat itu,” jelas Gus Halim, sapaan akrabnya.
Gus Halim melanjutkan, sejarah telah membuktikan bahwa transmigrasi adalah salah satu solusi untuk menjawab persoalan pembangunan negeri khususnya pembangunan di luar Pulau Jawa, dan hingga saat ini.
Dalam perjalanannya, transmigrasi sudah beberapa kali mengalami perubahan regulasi menyesuaikan perkembangannya. Mulanya, pada 1950 hingga 2009 transmigrasi berorientasi pada perpindahan penduduk dari Pulau Jawa ke pulau lain yang penduduknya masih sangat jarang.
Kemudian ada perubahan regulasi pada 2009 hingga saat ini, paradigma transmigrasi adalah adanya revitalisasi kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan baru menuju transmigrasi di era digital 4.0.
“Artinya, hari ini tidak bicara tentang penambahan kawasan tapi revitalisasi dan intensifikasi kawasan yang sudah ada,” kata Gus Halim.
Kalau transmigrasi yang sudah ada itu sudah dianggap maksimal dan jika diperlukan akan dibuka kawasan baru dengan paradigma yang berubah total. Misalnya jumlah lahan harus naik, lokasinya dalam bentuk hamparan, kedepan transmigrasi tidak boleh dikelola secara manual.
“Karena prinsipnya transmigrasi tidak boleh memindahkan satu masalah dari tempat lama menjadi masalah baru di tempat baru” pungkas Gus Halim.
Laporan : Suryadi
Sumber : Kemendes PDTT
Tags: jakarta
-
147.380 Knalpot Brong Disita Polda Jateng, Kapolda Tegaskan Penindakan Dilakukan Humanis dan Edukatif
-
Erick Thohir Jika dapat Dukungan Voters, Siap Maju Ketum PSSI
-
Musyawarah Pusat (Muspus) KPMP; Andi Calo Kerrang Sekda Kabupaten Pinrang Membacakan Sambutan Tertulis Bupati Pinrang
-
Pasca Dilahap Sijago Merah, Polisi di Gowa Gelar Olah TKP Warung Makan Cang Kuning
-
Jam Pimpinan Mayjen TNI Syafrial Pada Acara Uji Siap Tempur Terintegrasi Satjar Divif 2 Kostrad TA 2022
-
Kapolres Bogor AKBP Dr Iman Imanuddin Memberikan Penghargaan Kepada Jajaran Berprestasi
-
Peringati 31th Pengabdian AKABRI’90, Polres Bersama Pemkab Tapanuli Selatan Gelar Vaksinasi Massal
-
Danlantamal XII Laksma TNI Suharto Pimpin Upacara Hari Ulang Tahun ke-77 TNI Angkatan Laut
-
Dirjen Bina Bangda: Rencana Pembangunan Daerah Dapat Disusun Berdasarkan Data yang Valid
-
Danrem 042/Gapu Intruksikan Kepada Seluruh Babinsa Bantu Pelaksanaan Vaksinasi Lansia


