Misi Kemanusiaan di Bumi Hibualamo: Staf Kedubes Singapura Pantau Langsung Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono

REAKSIMEDIA.COM | Halmehera Utara – Keheningan di Kantor Bupati Halmahera Utara berubah menjadi suasana penuh empati dan koordinasi tingkat tinggi pada Sabtu (09/05/2026). Di tengah debu vulkanik yang masih menyelimuti langit Tobelo, perwakilan diplomatik Singapura tiba di jantung Bumi Hibualamo untuk mengawal langsung nasib warga negaranya yang menjadi korban keganasan erupsi Gunung Dukono.

​Kedatangan rombongan yang terdiri dari Sharon Chan (First Secretary) dan Khairul Anwar Abdul Wahab (Third Secretary) disambut hangat oleh Bupati Halmahera Utara, Drs. Piet Hein Babua, M.Si, bersama jajaran Forkopimda lengkap di ruang VIP Kantor Bupati sekitar pukul 12.25 WIT.

​Respons Cepat Pemerintah Daerah

​Dalam pertemuan tersebut, Bupati Piet Hein Babua menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara bertanggung jawab penuh atas keselamatan siapa pun yang berpijak di wilayahnya.

​”Kehadiran Bapak dan Ibu adalah kehormatan bagi kami di tengah situasi prihatin ini. Kami telah mengambil langkah cepat melalui tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri untuk memastikan penanganan terbaik bagi para korban,” ujar Bupati. Ia juga menambahkan bahwa para korban selamat telah difasilitasi penginapan layak sebelum akhirnya diberangkatkan ke Ternate untuk penanganan medis lebih lanjut.

​Update Evakuasi: 17 Selamat, 3 Masih Dalam Pencarian

​Nuansa kepedulian semakin terasa saat Dandim 1508/Tobelo, Letkol Inf Alex Donald M.L Gaol, memaparkan data terkini dari medan operasi.

​”Hingga hari kedua ini, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi 17 orang dengan selamat, termasuk 7 warga negara asing yang sudah menuju Ternate. Namun, perjuangan belum berakhir. Kami masih mencari 3 orang lagi yang hilang, yakni 2 WNA dan 1 warga lokal atas nama Enjel,” ungkap Dandim dengan nada serius.

​Status Waspada dan Ketegasan Hukum

Baca juga:  Pererat Tali Silaturahmi di Bulan Suci, BP3D Wilayah II Tobelo Rajut Kebersamaan dengan Nelayan

​Di sisi lain, Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengingatkan kembali bahwa aktivitas Gunung Dukono saat ini berada pada Level II (Waspada). Ia menyayangkan adanya aktivitas pendakian yang mengabaikan zona berbahaya.

​Tak hanya soal keselamatan, Kapolres juga memberikan peringatan keras terkait prosedur hukum. “Kami akan memproses hukum pihak-pihak atau pemandu (guide) yang diduga lalai. Kejadian ini harus menjadi evaluasi besar agar tidak ada lagi nyawa yang terancam akibat ketidakpatuhan terhadap aturan,” tegasnya.

​Apresiasi dari Singapura

​Merespons penjelasan tersebut, Khairul Anwar Abdul Wahab menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi tim evakuasi dan keramahtamahan Pemerintah Halmahera Utara.

​”Kami sangat menghargai kejujuran dan kerja keras tim di lapangan. Kami akan tetap berada di sini untuk memantau proses pencarian sesuai standar operasional SAR 7 hari. Terkait pemulangan jenazah, kami terus berkomunikasi dengan pihak keluarga untuk memfasilitasi keinginan mereka membawa pulang anggota keluarga ke Singapura,” tutur Khairul.

​Pertemuan ini menjadi bukti nyata sinergi kemanusiaan lintas negara. Di bawah bayang-bayang Gunung Dukono yang masih bergejolak, solidaritas antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan perwakilan diplomatik menjadi secercah harapan bagi keluarga korban yang tengah menanti kabar di Negeri Singa.

Laporan: Edwin Tatipang

Tags: