REAKSIMEDIA.COM | Paser – Dalam menyusun rencana dan strategi inovasi daerah, pemerintah daerah (pemda) dinilai perlu memiliki informasi dan data yang cukup. Kedua hal itu diyakini akan menentukan perkembangan inovasi di daerah. Terlebih, pemda yang jeli memanfaatkan data dan informasi juga dinilai telah siap melakukan berbagai perubahan nyata di daerahnya tersebut.
Demikian disampaikan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Eko Prasetyanto dalam Seminar Inovasi Daerah bertajuk “Menciptakan Ekosistem Inovasi Daerah menuju Paser Maju, Adil, dan Sejahtera”, yang berlangsung di Gedung Awa Mangkuruku, Kabupaten Paser, Selasa (19/4/2022).
“Data itu penting. Dengan data yang lengkap, kita dapat mengevaluasi dan selanjutnya meningkatkan inovasi daerah kita,” ujar Eko dalam acara tersebut.
Eko melanjutkan, dengan memanfaatkan data yang tersedia, pemda dapat mengevaluasi sekaligus mengenali kelebihan dan kekurangan terkait inovasi di daerahnya masing-masing. Dengan demikian, inovasi yang dinilai masih rendah dapat segera dioptimalkan, serta inovasi yang telah baik dapat ditingkatkan.
Dirinya menambahkan, melalui kecakapan dalam membaca data dan informasi, pemda juga akan terbantu dalam menyusun berbagai program inovasi. Pasalnya, bekal tersebut akan membantu pemda dalam menghasilkan ide-ide terkait inovasi.
“Kita amati inovasi baik yang dilakukan di daerah lain. Kemudian kita modifikasi dan sesuaikan dengan situasi daerah kita, supaya ada progres,” tambah Eko.

Di lain sisi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Paser Muhammad Isnaini Yanuardi merespons positif dari adanya seminar tersebut. Menurutnya, berbagai masukan dari BSKDN akan membantu Kabupaten Paser dalam mempertahankan serta meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah.
“Kami terus bersinergi untuk membangun sistem inovasi. Pada tahun 2020 lalu, Kabupaten Paser meraih predikat Kabupaten Sangat Inovatif. Kabupaten Paser pun meraih peringkat tertinggi dari seluruh kabupaten di Kalimantan Timur. Namun tahun 2021 kita sedikit turun menjadi Inovatif,” terang Yanuardi.
Dirinya meyakini, ke depan daerahnya bakal mengalami peningkatan signifikan dalam Indeks Inovasi Daerah. Terlebih, berbagai pihak, terutama para agen perubahan, telah memberikan dukungan secara penuh. Agen perubahan sendiri, terang Yanuardi, merupakan program kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak untuk mengawal perubahan dan inovasi di Kabupaten Paser. Program tersebut juga telah diikuti oleh jajaran perangkat daerah di Kabupaten Paser.
“Ada pejabat eselon III dan II yang mendaftar menjadi agen perubahan. Pejabat eselon III yang bersedia (mendaftar) berjumlah sebanyak 18 pejabat, dan satu orang penjabat eselon II,” tandasnya.
Laporan : Suryadi
Sumber : Puspen Kemendagri
Tags: Paser
-
Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Cibinong Polres Bogor Mapping Wilayah Sekaligus Ajak Jaga Kamtibmas Security Perusahaan Dan Cegah TPPO
-
Tetap Patuhi Prokes Meski Sudah di Vaksin
-
Dirjen Bina Bangda Jelaskan Peran Kemendagri dalam Mendukung Investasi Air Minum dan Sanitasi Aman
-
Satgas TNI Konga RDB XXXIX-G Gelar Layanan Kesehatan dan Bantuan Kemanusiaan di Maliobongo
-
Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Cijeruk Laksanakan Sambang dan Dialogis Kamtibmas Ajak Jaga Kamatibmas dan Cegah TPPO
-
Babinsa Koramil 1710-01/Kokonao Gerakkan Warga Bersihkan Lingkungan
-
KUR Klaster Perkuat UMKM untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi
-
Kemendagri Perpanjang PPKM Jawa-Bali 1 hingga 7 Maret 2022, 7 Daerah Berada di Level 4
-
Progres Pembangunan Fisik IKN Capai 26 Persen
-
Di Kawasan Pantai Selatan Bantul 2617 Pelaku Wisata Di Vaksinasi

