REAKSIMEDIA.COM | Tapanuli Selatan -Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Dolly Pasaribu menegaskan setiap kegiatan pembangunan agar fokus pada peningkatan sosial ekonomi masyarakat, kualitas kesehatan dan SDM serta peningkatan UMKM dan pariwisata, tegas Dolly saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran 2024 di Aula Dinas Bappeda Tapsel, pada Sabtu (11/3)
Terkait stunting, kata Bupati Dolly, kewaspadaan ada pada balita mulai sejak 0 bulan hingga 59 bulan. Namun stunting itu tidak terjadi serta merta, sebagaimana penjelasan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Prof. Muhadjir Effendy melalui virtual kemarin, katanya kewaspadaan dilakukan sejak anak-anak, remaja putri, calon pengantin, masa kehamilan, nifas dan melahirkan.
Artinya stunting bukan isu tren yang penyebabnya ujug-ujug muncul sekarang ini. Karena penyebab mendasar yakni, tempat tinggal yang tidak layak huni, lingkungan yang kumuh, tidak tersedianya air bersih, kurangnya persediaan sanitasi, dan tidak adanya jamban.
“Stunting yang merupakan isu Nasional, membuat pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota untuk seragam dalam upaya pencegahan stunting,” ujarnya.
Berkaitan dengan stunting, dalam kesempatan itu Bupati Dolly mengajak para perusahaan, pegiat lingkungan, yang terlibat kedalam mitranya pemerintah untuk bersinergi mengurangi dan mencegah terjadinya stunting.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, harus didukung para mitra pemerintah dan stakeholders yang ada, seperti perusahaan, pecinta lingkungan untuk turut andil peran dalam pencegahan stunting ini,” ajaknya.
Disamping pencegahan stunting, seperti halnya pertanian, pendidikan, kesehatan, Dolly berharap fokus pembangunan bermuara pada antisipasi stunting.
“Selain fokus stunting, maka kita arahkan sektor pertanian, pendidikan, dan kesehatan, semua sektor tersebut mampu menurunkan stunting. Dan penggerak utamanya adalah para pemuda kita,” harapnya.
“Hal ini juga sudah saya intruksikan kepada para kades, camat, dan OPD terkait untuk giat mengajak para warga desanya menanam Toga, memanfaatkan pekarangan rumah, membuat kelompok-kelompok budidaya ikan dan sebagainya, gunanya untuk produktivitas pemuda Tapsel, sehingga membuat masyarakat sehat, dan apabila terkena penyakit tidak mesti ke dokter akan tetapi bisa diatasi dengan tanaman Toga itu tadi,” ungkapnya.
Laporan : Aldi Pahrurroji
Tags: tapanuli selatan
-
Peringatan Hari Habitat Dunia 2021, Kementerian PUPR Tekankan Pentingnya Aksi Nyata Wujudkan Perkotaan Bebas Karbon dan Tangguh Terhadap Perubahan Iklim
-
Syukuran HUT Ke-79 Kodam III/Siliwangi, Kapolda Jabar Serahkan Tumpeng dan Tali Asih
-
Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem, Gus Halim Konsolidasikan Data Desa di Kuningan
-
Polres Bukittinggi Amankan dan Tilang Balapan Liar
-
PUBLIKASI KINERJA BAPPENDA KABUPATEN BOGOR
-
Ratusan Peserta Ikuti Ajang Youth Karate Championship 2026
-
Kasdim 1710/Mimika Pimpin Upacara Penutupan Perkemahan Wira Karya Pramuka Saka Wira Kartika Semester II TA. 2024
-
Kurang Dari 24 Jam, Polsek Pondok Suguh Ringkus Pelaku Cabul Anak Dibawah Umur
-
Kemnaker Jajaki Kolaborasi dengan Jepang untuk Tingkatkan Keterampilan Tenaga Kerja
-
Polres Bogor Laksanakan Latihan Dalmas Kerangka dan Team Negosiator Polwan Polres Bogor Persiapan Pemilu 2024



