REAKSIMEDIA.COM | Tangerang – Pekerjaan boring kabel milik PT PLN (Persero) UP3 Teluk Naga di Kampung Kapling Desa Pangkalan Kecamatan Teluk Naga yang di pekerjakan oleh PT.ULUJAMI TEKNIK diduga adanya kedangkalan boring tidak sesuai standarisasi, Minggu (11 / 07 / 2021).
Karena kurangnya Pengawasan Proyek Jasa Pekerjaan PT PLN ( Persero ) UP3 Teluk Naga pembangunan gardu portal di Desa Pangkalan Teluk Naga menyebabkan pekerjaan tersebut kurang efektif, diduga kedalamaman boring Kabel SKTM masih dangkal atau masih kurang dalam.

Selain itu juga, Saat ditelusuri di lokasi pekerjaan, para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan tidak ada yang memakai masker, dimana saat ini Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sedang menggalakkan PPKM Darurat untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, apalagi para pekerja tersebut berasal dari luar daerah.
Dari pantauan awak media di lokasi pekerjaan, terlihat lubang boring tidak standar karena masih terlihat dangkal, sehingga atas kejadian ini, para awak media langsung menelusuri siapa kontraktor atau penanggung jawab atas pekerjaan tersebut, namun akhirnya para awak media bertemu dengan Ade selaku mandor.
Menurut penjelasan Ade mandor dari proyek tersebut kepada awak media, mengakui kesalahannya, karena saat melakukan pekerjaan tersebut, tidak mengikuti aturan kerja yang seharusnya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), dan juga harus mematuhi prokes covid-19 yakni dengan memakai masker, dan ditambah lagi atas kurangnya peralatan yang disiapkan oleh perusahaan, yakni tidak adanya pengadaakan diesel untuk mengeringkan air dari lobang boring.” Ucap Ade.

Saat di pertanyakan kepada Fras yakni pelaksana PT .ULUJAMI TEKNIK terkait APD dan Prokes covid-19 melalui via WhatsApp, namun jawabannya mengatakan kalau prusahaan sudah menyediakan alat pelindung diri (APD) dan menyarankan media melihat di foto dokumentasi prusahaan.
Namun awak media menganggap apa yang dikatakan oleh Fras selaku pelaksana PT .ULUJAMI TEKNIK, tidak sesuai dengan kondisi di lokasi pekerjaan yang mana sebelumnya bahwa kekurangan ini, sudah diakui Ade sebagai mandor proyek pekerjaan tersebut.
Laporan : Sari Gunawan/Joni
Tags: tangerang
-
Kementan Dorong Kebijakan Harga Untuk Kesejahteraan Petani dan Konsumen
-
Dirjen Bina Keuda Sampaikan Strategi Penguatan Kemandirian Fiskal Daerah
-
Densus 88 Tangkap Tiga Tersangka Teroris Kelompok Jamaah Islamiyah di Lampung
-
Peduli Istri Anggota Jadi Tenaga Vaksinator, Pengurus Bhayangkari Limpung Berikan Tali Asih
-
Dihadapan Para Pemimpin Negara G20 Presiden RI Joko Widodo dengan Bangga Menyebut Indonesia Sebagai Negara Maritim
-
Polsek Caringin Laksanakan Giat Monitoring Ponpes Rubhat Nurul Fajri 3 pasca kebakaran
-
Film “Lift” Terpilih di Festival Film Horor Edisi Ke-4, Diskusi Tegaskan Musik Adalah “Akhir Cerita” dalam Sinema Horor
-
Kukuhkan Kantor Polsubsektor Parigi, ini Harapan Kapolres Gowa
-
Peringati ke-51 HKG PKK, TP PKK Pusat Gelar Tes IVA hingga Beri Bantuan Korban Kebakaran Depo Plumpang
-
Cegah Tumpang Tindih Regulasi Tata Ruang Desa, BSKDN Jaring Pendapat Sejumlah Pakar

