REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Setelah mengalami pemeriksaan penahanan dan ditetapkan sebagai tersangka. Akhirnya 2 orang anggota Formasi dibebaskan dari tahanan Polda Metro Jaya sekitar pukul 00.00 Wib, Sabtu, 3 Agustus 2024 atas tuduhan melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan yang terjadi saat sidang putusan SYL di PN Jakarta Pusat.
“Alhamdullah, saudara kita (Daenk Accung dan Daenk Tutu) sudah diperbolehkan pulang setelah mengalami pemeriksaan penahanan di Polda Metro Jaya,” ungkap
Ketua ormas Formasi Daeng Jamal dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/8/2024)
Lanjutnya, banyak kejadian dan peristiwa pada kasus ini yang kita ambil hikmadnya, sehingga kita dapat menambah wawasan dan mengintropeksi diri dan lebih baik lagi kedepan.
“Banyak yang kita petik dari peristiwa ini dan kami jadi kan sopo guru dalam berbangsa dan bernegara di organisasi,” tandasnya.
Daenk Jamal juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung atas bebasnya ke dua anggota kami baik dukungan moral terutama doa.
“Terima kasih, pada Polri, TNI, Pemerintah Pusat yang telah memberikan penghargaan pada kami (Keluraga Besar Formasi). Dan terlebih pada Bung Rikky (Ketua Umum Bantara) yang selalu mendamping dan memberikan penyemangat kami dalam suka maupun dukan,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, Polda Metro Jaya menetapkan tersangka dua pelaku pengoroyokan terhadap seorang kamerawan Kompas TV, Bodhiya Vimala disidang vonis eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Dua tersangka berinisial MNM (54) dan S (49) langsung dilakukan penahanan.

Adapun motif dua pelaku yang merupakan simpatisan SYL yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sulawesi (Formasi) masih terus dilakukan pendalaman oleh penyidik.
Diketahui, kericuhan terjadi usai sidang putusan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis, 11 Juli 2024.
Akibat kerusuhan tersebut, kamera dari wartawan Kompas TV dan TV One rusak. Selain itu, banyak alat-alat peliputan wartawan yang terinjak-injak. Sementara, SYL dibawa kembali memasuki ruang sidang.
Kasus tersebut dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP B/3926/VII/2024/SPKT Polda Metro Jaya dengan pelapor atas nama Bodhiya Vimala. Pelapor melaporkan kejadian dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.
Laporan : Ria Satria
Tags: jakarta
-
Kalapas Narkotika Nusakambangan Pimpin Rapat Evaluasi Kinerja
-
Kementerian PUPR Jajaki Minat Badan Usaha Bangun Jalan Trans-Papua Ruas Jayapura-Wamena Segmen Mamberamo-Elelim
-
Ini Pesan Gus Menteri Dalam Halalbilhalal Kemendes PDTT
-
Presiden dan Ibu Iriana Cek Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sambonggede
-
Putra Penasehat Koswari Melangsungkan Pernikahan Adat, Koswari Karo mengucapkan Selamat
-
Lantik Pejabat Tinggi Madya dan Pratama, Wamendagri Dorong Pencegahan Korupsi dan Percepatan Penyerapan Anggaran
-
Panglima TNI dan Menhan Tinjau Pusdik Armed dan Bekang, Mantapkan Dukungan Program Pemerintah
-
Kapolres Tapanuli Selatan Beri Penghargaan Kepada Masyarakat Pengungkap Kasus Narkoba
-
Presiden Jokowi Cek Harga Bahan Pangan di Pasar Wonokromo
-
Kuatkan Ketahanan Pangan Nasional, Wapres Minta Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Pertanian


