REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Pemerintah akhirnya mengeluarkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak kenaikan harga minyak goreng. Bantuan senilai Rp. 100 ribu per bulan akan diberikan 3 bulan kepada 20,5 juta masyarakat miskin dan 2,5 juta penjual gorengan.
Keputusan pemberian BLT tersebut dinilai Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, sebagai shortcut, karena Pemerintah tidak mampu melakukan paksaan terhadap perusahaan kelapa sawit dan turunannya untuk memastikan DMO (domestic market obligation) menjadi prioritas dan HET (harga eceran tertinggi) tetap di Rp.14 ribu per liter dapat berjalan di lapangan.
“Ini namanya Oligarki sawit menang tiga kali berturut-turut alias hattrick. Pertama, menang karena harga CPO dunia naik. Kedua menang karena akhirnya HET minyak murah dicabut pemerintah. Ketiga, menang karena pengumunan para mafia minyak goreng batal dan hilang ditelan bumi,” tandas LaNyalla, Senin (4/4/2022).
Dikatakan LaNyalla, kenaikan harga CPO membuat Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tahun 2021 mencatat rekor pengumpulan pungutan dana ekspor sebesar Rp.69 triliun lebih. Dengan nilai ekspor FOB Sawit di kisaran angka USD28,99 miliar atau sekitar Rp.409 triliun.
“Tapi jangan salah, dana di BPDPKS itu 90 persen kembali ke perusahaan kelapa sawit. Untuk peremajaan sawit dan untuk pengembangan proyek B-30. Kalau lihat dari alokasi, ada sisa sekitar Rp. 10 triliun. Itu mungkin yang digunakan untuk BLT, yang totalnya sekitar Rp. 7 trilliun,” tukas LaNyalla.
Jadi, lanjut LaNyalla, lagi-lagi negara harus mengalah dengan melakukan intercept agar pengusaha-pengusaha besar itu tidak rugi. Sehingga HET dicabut, diganti dengan bantuan BLT ke masyarakat, agar masyarakat punya daya beli harga keekonomian.
“Padahal sudah berulang kali saya sampaikan. Negara ini tidak akan mampu melakukan intercept atas semua kesulitan rakyat. Karena kemampuan negara sangat terbatas dengan sistem ekonomi seperti hari ini. Dimana semua kekayaan alam dikelola swasta dengan pola royalti,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan pemerintah memberi BLT untuk 2,5 juta pedagang kaki lima (PKL) gorengan, dan 20,5 juta keluarga yang berhak untuk meringankan beban masyarakat di tengah mahalnya harga minyak goreng. Nilainya Rp 300 ribu untuk bulan April, Mei dan Juni 2022. (*)
Laporan : Suryadi
Sumber : Biro Pers, Media dan Informasi Lanyalla
Tags: jakarta
-
Jelang Perayaan Natal, TNI AL Wilayah Surabaya Gelar Bhakti Sosial
-
Cek Perbaikan Jalur Pantura, Ganjar : Saya Mau Pastikan Sudah “Finish” Semua
-
DWP Kemendagri Serahkan Bantuan Sembako di Perumahan DDN Ciledug
-
Bhabinkamtibmas Polsek Mukomuko Kota Serta Babinsa Koramil 01 Mukomuko Lakukan Pengamanan Immunisasi Anak Di SDN 04 Desa Rawa Mulya Mukomuko
-
Dalam Sidang Paripurna Pertanggungjawaban APBD Tahun 2022, Fraksi PAN Pertanyakan Beberapa Kinerja Walikota Padangsidimpuan
-
Gelar Vaksinasi Dosis Kedua, Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan Apresiasi PT Agincourt Resources
-
Wakil Bupati Pinrang Berikan Bantuan Korban Kebakaran di Desa Marannu
-
Kekompakan di Momentum Hari Sumpah Pemuda ke 96, Warga Pauh Terenja Gotong Royong Perbaiki Saluran Irigasi Persawahan
-
Gus Menteri Kunjungi Balai Pelatihan Masyarakat Denpasar
-
Sinergi Hari Juang TNI AD 2021, Korem 071/Wijayakusuma Donor Darah Bersama Komponen di Tengah Pandemi Covid-19



