REAKSIMEDIA.COM | Surakarta – Polisi terus mengembangkan penyidikan kasus curas yang terjadi di sebuah gudang rokok di jalan Brigjen Sudiarto, Joyotakan, Serengan, Surakarta.
Kapolresta Surakarta,Kombes Pol Ade Safri melalui Kasatreskrim, AKP Djohan Andika mengatakan saat ini total saksi yang telah diperiksa berjumlah 9 orang terdiri dari pihak pengelola gudang, maupun masyarakat di wilayah sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Korban sekuriti yang ditemukan meninggal, juga telah dilakukan otopsi dan kini sedang menunggu hasil.
“Kami juga telah melakukan penyitaan barang-barang bukti untuk keperluan penyidikan,” kata Kasat Reskrim, Senin (16/11).
Djohan menuturkan, polisi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui cara pelaku melukai korban. Petugas juga sedang melakukan pencarian melalui CCTV yang ada di lingkungan sekitar TKP.
Dijelaskan pelaku diduga merusak pintu sebelum masuk area gudang sampai akhirnya menggondol brankas.
“Ada beberapa tempat yang mengalami kerusakan contohnya pintu yang dirusak,” ujarnya.

Terkait keterlibatan orang dalam, menurutnya, Polisi sedang melakukan penyelidikan. Pihaknya juga belum dapat memaparkan secara persis jumlah pelaku yang melakukan aksi pencurian dengan kekerasan (curas).
“Sekarang masih kita dalami. Penyidikan saat ini masih berjalan,” tuturnya.
Ia mengatakan aksi curas yang dilakukan di dalam gedung baru pertama kali ini terjadi di Surakarta. Sebelumnya polisi telah mengungkap sejumlah kasus, termasuk pencurian ATM.
“Kalau kali ini kasus pencurian di gudang yang pertama terjadi di Surakarta,” tandasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan Polda Jateng terus membantu penyidikan di Polresta Surakarta. Saat ini saksi-saksi tengah diambil keterangannya dan penyidik berupaya keras mengumpulkan bukti-bukti pendukung.
“Intinya Polda Jateng mem back up penyidikan di Polresta Surakarta. Saat ini saksi-saksi tengah diambil keterangannya dan bukti-bukti pendukung lain terus dikumpulkan,” tutur dia.
Ia membenarkan keterangan bahwa di lokasi kejadian tidak dilengkapi CCTV. Oleh sebab itu, para pemilik usaha dihimbau agar meningkat keamanan. Tidak hanya dengan menempatkan petugas sekuriti namun juga harus didukung dengan CCTV.
“Saya berharap partisipasi masyarakat menjaga dan mencegah kriminalitas di lingkungannya. Salah satunya menggunakan tehnologi cctv yang sangat membantu memonitoring serta mencegah tindak pidana serta mempermudah Polri untuk identifikasi,” tambahnya.
Laporan : Suryadi
Sumber : Humas Polda Jateng
Tags: surakarta
-
Tertibkan Penggunaan Knalpot “Brong”, Puluhan Kendaraan Diamankan di Mapolres Pinrang
-
PP GMKI Nilai Pengamanan Polri Saat Mudik Lebaran 2025 Berjalan Optimal
-
Timsel Gelar Sosialisasi Tes Psikologi Lanjutan untuk Bakal Calon Anggota KPU dan Bawaslu
-
Kemendagri Gelar Workshop Konsolidasi Sistem Informasi dan Aplikasi bagi Pemerintah Desa
-
Presiden Jokowi dan PM Kishida Bahas Peningkatan Kemitraan Indonesia-Jepang di Sejumlah Bidang
-
Rapat Koordinasi Menghadapi Idul Fitri, Kapolres Lhokseumawe paparkan Renpam Operasi Ketupat Seulawah 2024
-
Program Curhat Polres Bogor Bagi Masyarakat Kabupaten Bogor Dalam Hal Cipta Kondisi Wilayah Guna Meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Dalam Harkamtibmas
-
Presiden Jokowi Tinjau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Menteng Pulo Jakarta
-
Rayakan HUT Humas Polri ke-71, Kapolda Jateng Resmikan Studio Podcast Polisine Jateng
-
Tiga Kali Cabuli Anak Yang Masih di Bawah Umur, Pelaku Diamankan Unit PPA Polres Way Kanan


