Peringati Hut ke 103, Dirut UOBK RSUD R Syamsudin SH Mengutamakan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Sukabumi

REAKSIMEDIA.COM | Kota Sukabumi – Direktur UOBK RSUD R Syamsudin SH,dr.Donny Sullifan, dalam penyampainnya di HUT ke-103, berharap terimplementasikan pada pelayanan kesehatan sesuai visi rumah sakit agar supaya lebih terimplementasikan pada pelayanan kesehatan.

Hal itu disampaikannya pada HUT UOBOK RSUD R Syamsudin SH Ke -103, sekaligus dengan HUT RI yang ke-78 saat diwawancarai wartawan, yang bertempat di halaman depan Rumah Sakit, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi,Sabtu (09/09/2023 ).

“Iya, program yang pertama merubah Logo RSUD supaya lebih profesional, dekat dan nyaman. Untuk secara fisiknya juga meresmikan jalan trotoar Pendestrian,” kata dr Donny Sullifan.

Donny menyampaikan bahwa, saat ini pasien yang datang ke UOBK RSUD R Syamsudin SH mengalami peningkatan sebanyak 35 persen. Mungkin ini tandanya ada kepercayaan dari masyarakat terhadap Rumah Sakit.

Dirinya menyebutkan ada beberapa program, salah satunya adalah rampungnya jalan Pedestrian menjadi simbol untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat khususnya pasien rumah sakit.

“Tahap yang ke dua, adalah amanah dari transformasi digital yaitu rekam medik elektronik, mulai dari perawatan IGD, rawat jalan, rawat inap, itu semua sudah berupa rekam medis elektronik,” ungkapnya.

Sementara itu untuk tahap yang ketiganya menjawab tantangan sambung dokter spesialis rekam medik tersebut, saat ini masih menunggu obat kurang dari standar yakni memberikan obat datang kerumah pasien yang berdomisili di wilayah Kota Sukabumi.

“Jadi misalkan rumah pasien jauh dari kota, pasiennya bisa langsung pulang dan obat bisa diantarkan Free alias gratis tanpa dipungut biaya tambahan,” pungkasnya.

Hal itu disampaikan Donny, mengenai repitalisasi ruangan One Bad One Man , pada prinsipnya menuju ke KRIS (Kamar Inap Standar) yang sudah ditetapkan oleh Negara Depkes, dan ingin lebih baik lagi One Bad One Room, salah satunya adalah untuk mengurangi tingkat penularan penyakit orang-orang yang sedang sakit, oleh karena itu kami sedang memproses teorinya dulu kemudian proses implementasi nya karena jangan sampai terdampak pengurangan jumlah kamar, sehingga kami akan membuat satu inopasi – inopasi tertentu dari ruang perawatan standar itu,” ungkap nya.

Baca juga:  Ini Kata Wali Kota di FPD DLH

Laporan : Lelly

Tags: