REAKSIMEDIA.COM | Mukomuko – Pemerintah Desa Sinar Jaya melaksanakan kegiatan Tatacara Pengurusan Jenazah kepada Lembaga Keagamaan (SARA’)/Lembaga Masyarakat Desa melalui Orogram Pelatihan Pembinaan Kemasyarakatan dalam rangka peningkatan kapasitas lembaga dan kemasyarakatan untuk memperkuat wawasan Lembaga Keagamaan dan masyarakat yang khusus menunaikan tata cara pengurusan jenazah/Fardhu Kifayah.
Acara yang digelar di Aula BPD Desa Sinar Jaya Kecamatan Air Manjuto Kabupaten Mukomuko, turut dihadiri Pemerintah Kecamatan Air Manjuto, KUA Air Manjuto, Kades dan Perangkat Desa Sinar Jaya, BPD, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Pendamping Desa dan PLD serta warga yang menjadi peserta pada pelatihan tersebut, Rabu (17/6/26).
Kepala Desa Sinar Jaya Suparni menyebutkan bahwa kegiatan tersebut sebagai penguatan kapasitas/ilmu bagi warga/lembaga yang khusus mengurus jenazah dari awal sampe dikebumikan (Fardhu Kifayah).
” Karena ini urusan fardu kifayah. Kalau gak ada yang ngerjain, 1 kampung dosa semua,” ucapnya.

Kades menyebutkan bahwa pelatihan tatacara Fardhu Kifayah bagi warganya yang mengurusi bidang tersebut harus dikerjakan sesuai dengan sisi Syariat/Agama, sisi Praktis/Ilmu, sisi Sosial/Kemasyarakatan dan sisi Administrasi.
“Ngurus Jenazah wajib hukumnya, Fardhu Kifayah yang sesuai Sunnah, dari cara mandiin, ngafani, nyolatin hingga ngubur ada aturannya, salah dikit bisa gak sah,” terangnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta pelatihan akan semakin yakin tanpa keraguan dan cepat tanggap dalam mengurus Fardhu Kifayah di desa Sinar Jaya.
“Pelatihan ini ngajarin peserta sesuai 4 madzhab dan fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia), dimana yang masih hidup dalam melaksanakan Fardhu Kifayah, kita harus memuliakan jenazah, jenazah itu “tamu Allah”, salah urus menjadi adzab buat yang hidup sekaligus gak hormat kepada mayit, kemudian gak panik pas kejadian, pas ada yang meninggal, keluarga biasanya shock. Bilal yang terlatih jadi “komandan lapangan” biar semua rapi, ngapain dulu dan siapa ngapain, selanjutnya memliki tehnik yang benar, pas mandiin jenazah gak boleh asal. Posisi, air, sabun, nutup aurat, semua ada adabnya, Bilal Jenazah salah urus kemudian aurat kebuka maka menjadi dosa, lalu kemampuan disaat berada dalam kondisi khusus, seperti Jenazah kecelakaan, hamil, kena COVID, non-muslim dan mualaf. Ini butuh ilmu khusus, di pelatihan ini peserta diajarin SOP pada kondisi khusus,” paparnya.
Selain itu Takmir/Bilal jenazah juga memiliki peran penting dari sisi Sosial/Kemasyarakatan untuk meringankan beban keluarga yang tengah mengalami duka serta mampu menjadi “Dokter Spesialis IGD jenazah” yang kehadirannya dapat menimbulkan rasa tenang dan nyaman bagi warga desa dan keluarga duka, sampai dengan penuntasan pada pengurusan administrasi.
“Keluarga yang ditinggal lagi sedih, kalau ada Bilal yang paham, mereka tinggal pasrah. Gak usah mikir teknis lagi, sehingga warga jadi tenang kalau ada tim Bilal resmi. Gak asal tunjuk orang yang “katanya bisa” hingga dapat menjaga marwah kampung kita,” paparnya.

Melalui pelatihan ini juga dapat menambah kapasitas Bilal Jenazah dari sisi Administrasi.
“Nantinya juga diajarin cara mengurus/membuat Surat kematian, pengantar RT/RW, bagaimana cara koordinasi sama RS, ambulans, TPU maupun Prokes kalau jenazah COVID/penyakit menular, Intinyab Bilal Jenazah itu kayak “Dokter IGD” nya orang meninggal. Gak semua orang berani dan tau ilmunya, makanya perlu dilatih,” pungkas Kades Suparni.
Ditempat yang sama, Camat Air Manjuto Sutarto SAP yang hadir pada pembukaan kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Pemdes Sinar Jaya yang melaksanakan pelatihan Bilal/Takmir Jenazah.
“Terimakasih kepada Pemdes Sinar Jaya yang telah melaksanakan pelatihan untuk menambah ilmu dan wawasan bagi warganya terkait tatacara pengurusan jenazah, sebab Fardhu Kifayah ini sangatlah penting sekali didalam agama kita,” sebutnya.
Sementara itu, Pendamping Desa Kecamatan Air Manjuto Juli Hernadi S.Pt menyebutkan bahwa pelatihan tersebut merupakan kegiatan yang telah termaktub pada APBDES Desa Sinar Jaya tahun 2026.
“Ini sesuai dengan harapan dari Pemerintah kita, dimana manfaat dana desa bukan hanya untuk pembangunan infrastruktur, akan tetapi juga untuk pembagunan SDM masyarakat desa, semoga pelatihan ini dapat menambah ilmu dan wawasan bagi para peserta sehingga membawa manfaat yang lebih baik lagi dalam tatacara pengurusan jenazah yang sesuai dengan syariat agama,” pungkasnya.
Dalam pelatihan tersebut juga dibuka ruang tanya jawab antara peserta pelatihan dengan narasumber dari KUA Air Manjuto Budiyanto SPd. LC dengan diselingi praktek langsung tata cara memandikan jenazah menggunakan boneka/peraga.
Laporan : Rahmadsyah Sipahutar
Tags: Mukomuko
-
Staf Teritorial Kodim 1710/Mimika Bersama Pramuka Saka Wira Kartika Latih PBB Untuk Upacara Pengibaran Bendera Kepada Siswa Baru SMPN 2 Mimika
-
Bupati Kenalkan Konsep Pertanian Terintegrasi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani Tapanuli Selatan
-
Kodim 0808/Blitar Gelar Doa Bersama Di Awal Bulan April Tahun 2023
-
Kementerian PUPR dan Pemprov Jabar Resmi Operasionalkan Flyover Kopo pada 1 Oktober 2022
-
Gus Halim Panen Jagung dan Madu Bersama Warga Desa Jembrana
-
Ops Patuh Maung 2021, Satlantas Polres Serang Kota Polda Banten Pasang Spanduk
-
Inovasi Pertanian Lindungi Negara dari Krisis Pangan
-
Bupati Parosil Lakukan Jalan Sehat Bersama Ribuan Masyarakat Kecamatan Gedung Surian
-
Bupati Kendal Hadiri Acara Harlah Akhirusanah di Ponpes Al Mustofa
-
Turnamen SMPN 5 Cup Yang Ke-IV Kembali Di Gelar

