REAKSIMEDIA.COM | Pinrang – Berkesempatan menyerahnkan langsung bantuan bagi korban bencana kebakaran di 2 Kecamatan, Pelaksana harian (Plh) Bupati Pinrang A.Calo Kerrang berharap masyarakat tetap waspada terhadap bencana kebakaran yang masih terus mengancam masyarakat.
A.Calo Kerrang, masing – masing menyerahkan bantuan di Kecamatan Batulappa dan Kecamatan Lanrisang, Senin (29/4).

Pada kesempatan ini, A.Calo Kerrang mengungkapkan bahwa, bantuan ini sebagai bentuk empati dan keprihatinan Pemerintah Kabupaten Pinrang atas bencana yang dialami oleh korban.
A.Calo Kerrang juga berpesan agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan, bukan hanya terhadap bencana Kebakaran namun juga terhadap bencana hidrometeorologi dimana saat ini intensitas hujan masih tinggi diseluruh wilayah Kabupaten Pinrang.

Pada kesempatan ini, A.Calo Kerrang juga berkesempatan menyerahkan bantuan bencana dari PLN UP3 Kabupaten Pinrang didampingi oleh pihak PLN Up3 Pinrang.
Pada kesempatan ini, Plh.Bupati Pinrang didampingi Kepala Bappelitbangda A.Fahruddin, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dr.Rhomy.M.Manule, Camat Batulappa Mursalim, Camat Lanrisang Bachrumsyah dan pihak terkait lainnya.
Laporan : Mussin Jack
Tags: Pinrang
-
Hari Wayang Nasional, Polsek Singorojo Amankan Pagelaran Wayang Kulit
-
Pengasuh Ponpes Ainun Ulum Apresiasi Kepedulian Polres Ponorogo Kepada Para Santri Dan Warga Pulung
-
TNI-Polri dan Kemenkes Gelar Baksos Kesehatan di Banten
-
Untuk Negeri; Bhabinkamtibmas Lembang Door to door System (DDS) Ke Murid UPT SDN 158 Suppirang Lembang Kabupaten Pinrang
-
Obyek Wisata Pantai Indah Kemangi Menjadi Sasaran Operasi Yustisi Polsek Kangkung dan Satpol PP
-
Bupati Tolitoli Ambil Sumpah dan Lantik Rusdianto sebagai Kades Laulalang Pasca Meninggalnya Takdir
-
Hadiri Peringatan Hari Santri di Pesantren Muhammadiyah Prambanan, Wapres Bertolak ke Yogyakarta
-
Timor Leste Tertarik Model Pemberdayaan Desa Melalui SDGs Desa
-
Pangdam I/BB Launching Tata Kelola Koperasi Berbasis Digital
-
Destinasi Wisata Desa Huta Ginjang Tapanuli Selatan Yang Menelan Biaya Ratusan Juta Rupiah Diduga Ajang Korupsi Berjama’ah

