REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI asal Lampung II, Tamanuri menyampaikan persoalan abrasi sungai (Kanal) yang menghubungkan Kabupaten Mesuji dengan Tulangbawang yang sudah hampir 10 tahun belum juga usai.
Hal tersebut diungkapkan Poltisi NasDem pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR) dalam agenda membahas HAPSEM I tahun 2021 serta membahas isu-isu bidang PUPR dan pengetasan kemiskinan ekstrim.
Menurutnya, abrasi tersebut terindikasi disebabkan oleh adanya kapal pengangkut ikan yang bertonase cukup besar melintasi aliran sungai tersebut. Sehingga jalan disamping sungai saat ini lebarnya hanya 54 meter.
“Persoalan Masrakat Masuji sudah hampir sepuluh tahun, Mengingat kanal dipakai CV. Dipisena untuk membawa hasi pengolahan udangnya ke luar daerah. Sehingga banyak kapal pengangkut ikan lalu lalang dialiran sungai,” kata Tamanuri usai rapat RDP kompleks parlemen Senayan,12/4/2022.
Mantan bupati Waykanan menilai bila tidak diselesaikan persoalan penyebab penyusutan garis pantai sehingga lahan daratan utama bisa semakin berkurang dan membahayakan masyarakat pesisir yang tinggal di pinggir pantai sehingga memperbesar resiko bencana.
“Karena bertambahnya motorbot yang ada di lokasi perairan itu dari 13 m menjadi 54 m. Hal tersebut membuat rumah-rumah warga di tiga desa akan kena dampaknya,” ungkapnya
Permasalahan yang melibatkan dua Kabupaten di Provinsi Lampung ini, lanjut Tamanuri, dirinya mendesak Kementrian PUPR agar mengambil langkah dengan cara memfasilitasi, mencari win win solution antara dua Kepala Daerah baik dari Mesuji dan Tulangbawang.
“Kalau itu lama-lama tidak cepat diambil alih untuk mengatasi abrasi maka bisa mengalami suatu hal yang tidak kita inginkan dan ini harus kita tidak segera,” pungkasnya
Sebelumnya, beberapa masyarakat Desa Sidang Muara Jaya, Kabupaten Mesuji mengeluhkan persoalan abrasi sungai yang dirasakan sangat merugikan para masyarakat setempat, kepada anggota DPRD Lampung.
Pasalnya, lebar jalan dari waktu ke waktu semakin menyusut akibat abrasi sungai yang diduga disebabkan adanya aktivitas kapal bertonase besar yang melintasi sungai tersebut. Dan saat ini lebar jalan tersebut tersisah tiga meter. Masyarakat sekitar pun berharap peran dari Pemerintah setempat untuk mengatasi permasalahan abrasi sungai sepanang area Masuji. (*)
Laporan : Suryadi
Tags: jakarta
-
Presiden Jokowi Salat Tarawih Berjemaah di Masjid Raya Sheikh Zayed
-
Kenal Pamit Kapolsek Lubuk Pinang Akrab dan Penuh Kekeluargaan
-
Polres Bogor Kurang Dari 24 Jam Tangkap Pelaku KDRT di Hotel Kemang Jakarta Selatan
-
Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur Air Minum untuk 20 Ribu Jiwa di KEK Tanjung Lesung
-
Kekompakan dan Kebersamaan Tetap Terjaga Dalam Pelaksanaan Kegiatan TMMD Ke-113 Kodim 0428/MM
-
Dari Seminar FMN: Tenaga Kerja Lokal Mempunyai Peran Besar Dalam Pembangunan IKN
-
Sambang Warga Binaan Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Babakan Madang Wujud Sinergi dan Kemitraan
-
Jelang Pemilu, Wapres Ingatkan TNI dan Polri Sigap Jaga Potensi Kerawanan Keamanan
-
Tiga Pilar Jaga Keharmonisan Demi Kemajuan Kendal
-
Menhan Prabowo Resmikan RS di Papua dan Serahkan Bantuan 164 Unit Kendaraan Dinas Untuk TNI-Polri

