Polri Selalu di Hati: Merajut Kasih, Merawat Damai, Kapolres Halut Hadiri di Jemaat GMIH Gamsungi Lewat “Minggu Kasih”

REAKSIMEDIA.COM | Halmahera Utara – Di tengah dinamika sosial yang kian cepat, Polri tidak lagi hadir sekadar sebagai penegak hukum di balik meja, melainkan turun langsung merangkul nurani masyarakat. Wujud nyata komitmen tersebut terpancar lewat program Minggu Kasih yang diinisiasi oleh Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K.

Kegiatan yang berlangsung hangat di rumah ibadah bersama Jemaat GMIH Gamsungi ini bukan sekadar agenda rutin kepolisian. Ini adalah panggung kehangatan, ruang dialog terbuka, dan bukti otentik bahwa Polri selalu di hati dan menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi masyarakat.
​Polri: Mitra Setia yang Hadir dengan Cinta dan Pelayanan dalam sambutannya yang penuh kesejukan, AKBP Erlichson Pasaribu menegaskan sebuah paradigma humanis yang menjadi fondasi institusi kepolisian modern: Polri hadir bukan sebagai penguasa, melainkan sebagai sahabat dan mitra sejati masyarakat.

“Polri lahir dari rahim masyarakat. Karena itu, sudah kodrat dan tanggung jawab kami untuk melindungi, mengayomi, dan melayani seluruh lapisan warga tanpa terkecuali,” tutur Kapolres dengan penuh keakraban.

​Pesan ini sekaligus meruntuhkan sekat psikologis yang kerap membuat sebagian warga canggung berinteraksi dengan aparat. Kapolres secara terbuka mengajak masyarakat untuk tidak ragu mendekat, berbagi keluh kesah, dan bergandengan tangan menciptakan lingkungan yang aman.

Sentuhan Persuasif: Membentengi Generasi dan Menjaga Moral Bangsa

Tidak hanya membangun kedekatan emosional, Kapolres Halmahera Utara juga menunjukkan kepedulian mendalam terhadap stabilitas sosial di wilayah hukumnya. Beliau menyoroti beberapa atensi penting, mulai dari pencegahan tindak pidana terhadap perempuan dan anak, kasus penganiayaan, hingga akar permasalahan sosial yang kerap meresahkan.

Dengan gaya komunikasi yang mengayomi, Kapolres membeberkan fakta lapangan bahwa sebagian besar benih-benih kejahatan bermula dari satu sumber: minuman keras, khususnya jenis cap tikus.
​Imbauan persuasif pun dilayangkan agar masyarakat bersama-sama menjauhi miras dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Langkah proaktif ini membuktikan bahwa Polres Halmahera Utara tidak hanya bertindak pasif menangani kasus, tetapi juga gigih melakukan pencegahan preventif demi keselamatan masa depan generasi muda.

Baca juga:  Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja

Bijak di Dunia Maya, Sejuk di Alam Nyata
​Di era digital yang penuh arus informasi, Kapolres turut memberikan edukasi penting terkait literasi digital. Warga diingatkan agar senantiasa bijak menggunakan gawai dan media sosial.

Alih-alih membiarkan jemari menebar ujaran kebencian atau provokasi yang memecah belah, beliau mendorong masyarakat untuk memanfaatkan teknologi sebagai jembatan silaturahmi dan penyebar pesan positif. Hal ini mencerminkan visi kepolisian yang tidak hanya menjaga keamanan fisik di jalanan, tetapi juga merawat kedamaian di ruang digital.

Kekuatan Doa dan Harapan untuk Halmahera Utara yang Kondusif

Menutup kegiatan penuh makna tersebut, Kapolres dengan rendah hati memohon dukungan doa dari seluruh jemaat dan masyarakat. Sentuhan spiritual ini memperlihatkan sisi humanis dan religius seorang pimpinan kepolisian yang menyadari bahwa tugas besar menjaga keamanan daerah tidak akan optimal tanpa rida Sang Pencipta serta dukungan penuh rakyatnya.

​Melalui program Minggu Kasih ini, Polres Halmahera Utara kembali membuktikan bahwa Polri Selalu di Hati. Marwah dan citra institusi kepolisian bukanlah diukur dari seberapa tegas penindakan hukumnya semata, melainkan dari seberapa besar cinta, senyum, dan rasa aman yang berhasil mereka hadirkan di tengah-tengah rakyat.

Laporan : Edwin Tatipang
Sumber : Humas Polres Halut

Tags: