REAKSIMEDIA.COM | Kalimantan Timur – Pembangunan Ibu Kota Nusantara ( IKN) sebagai kota modern inklusif dalam pelaksanaan kebijakannya harus melibatkan penyandang disabilitas karena Indonesia sudah menandatangani Konvensi mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas (Convention on the Rights of Persons with Disabilities/CRPD ). Dalam Konvensi itu mwngamanatkan bahwa semua keputusan terkait penyandang disabilitas itu harus berkonsultasi aktif atau bisa berpartisipasi penuh dalam perencanaan.
Demikian disampaikan Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia/PPDI Kalimantan Timur, Anni Juwairiyah dalam perbincangan terkait pembangunan di IKN di kediamannya di Samarinda, Senin (7/11/2022).
“IKN akan menjadi kota modern, kota ramah lingkungan dan ramah juga untuk semua penduduknya atau dengan kata lain kota modern inklusif. Inklusif artinya kota yang bisa dinikmati oleh semua orang yang ada di situ termasuk penyandang disabilitas juga harus merasa nyaman tinggal di kota itu, seperti kemudahan akses transportasi darat, yaitu seperti naik Kereta Api, Bus, dan aksesibilitas transportasi laut yang harus nyaman digunakan oleh penyandang disabilitas,” kata alumni Universitas Sebelas Maret Surakarta ini.

Dia menambahkan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara ( IKN) sebagai kota modern inklusif dalam pelaksanaan kebijakannya harus melibatkan penyandang distabilitas. Apalagi Indonesia sudah menandatangani CRPD, Convention on the Rights of Persons with Disabilities (Konvensi mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas). Dalam Konvensi itu sudah jelas bahwa ada hak-hak penyandang disabilitas yang harus dipenuhi oleh negara. Di dalam CRPD itu diamanatkan bahwa semua keputusan terkait penyandang disabilitas itu harus berkonsultasi aktif atau bisa berpartisipasi penuh dalam perencanaan. Kami ada jargon Nothing about us without us (tidak tentang kita, tanpa kita ).
” Sebagai Warga Kaltim, Penyandang disabilitas merasa sangat bersyukur, karena Ibu Kota Negara atau sekarang Ibu Kota Nusantara berada di Pulau Kalimantan. Sesuatu yang mungkin tidak terbayang sejak dulu bahwa akan ada Ibu Kota di tanah Kalimantan ini. Oleh karena itu generasi sekarang yang mengalaminya tentu sangat membanggakannya,” jelasnya.
Dia menjelaskan sekarang di beberapa tempat itu ada bidang miring, seperti di Taman Samarinda, di kantor-kantor, guiding block ada di Jalan Juanda, di Jalan Kesuma Bangsa. Tapi apakah bidang miring, guiding block yang dibuat itu sesuai dengan yang diharapkan oleh penyandang disabilitas. Misal bidang miring itu tidak bisa dipakai karena terlalu terjal kan sama saja mubazir. Contonya Di halaman depan Kantor Gubernur Kaltim ada bidang miring tapi terlalu tinggi jadi sulit digunakan penyadang distabilitas. Di tambah lagi belum adanya toilet untuk disabilitas di Kantor Gubernur Kaltim.
“Bapak Gubernur sudah sangat serius memperhatikan penyandang disabilitas, dengan visinya beliau secara eksplisit menyebutkan penyandang distabilitas ini sebuah kebanggaan,” tutupnya mengakhiri.
Laporan : Ence/Sarif
Tags: Kalimantan timur
-
KUR Klaster Perkuat UMKM untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi
-
Polsek Parangloe Gelar Jumat Cuhat dalam Menampung Keluhan Masyarakat Secara Langsung
-
Surprise Panglima TNI di Hari Ulang Tahun Kapolri
-
Warga Lubuk Gedang Minta Keadilan Terkait Pembelajaran Tatap Muka
-
Sambang Warga Binaan Bhabinkamtibma Dialogis Terkait Gangguan Kamtibmas Dan Pencegahan TPPO Diwilayah Hukum Polsek Rumpin
-
TNI-Polri Bersinergi, Pemilu 2024 Berjalan Aman dan Damai
-
Panglima TNI Pastikan Keamanan, Kelancaran dan Kenyamanan Libur Lebaran
-
Tinjau Bunaken, Presiden Jokowi Yakin Awal Februari Wisman Ramai Datang
-
Tumbuhkan Kesadaran Masyarakat, Polsek Pegandon Gelar Patroli Prokes
-
Polres Pati Berhasil Bekuk Pelaku Dugaan Pencurian di DPRD Kabupaten Pati Kurang dari 24 Jam

