REAKSIMEDIA.COM | Sleman – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyatakan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) harus melibatkan masyarakat setempat.
Dengan keterlibatan masyarakat itu diharapan bisa meningkatkan pemberdayaan dan meningkatkan perekonomian warga.
Menteri yang akrab disapa Gus Halim menyampaikan hal ini saat mengunjungi Kalasan Valley di Desa Kalasan, Selomartani, Sleman, DIY, Sabtu (2/3/2024).

Kalasan Valley ini berisikan sembilan usaha rintisan (startup) yang bergerak di pertanian, peternakan, perkebunan dan teknologi.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Halim menyapa puluhan manager BUMDesa yang berasal dari Sulawesi Barat (Sulbar).
Para manager itu belajar tentang pengelolaan BUMDesa dari pengelola Kalasan Valley selama tiga minggu.
Gus Halim berpesan kepada puluhan manager BUMDesa tentang dua hal yang bisa dikembangkan oleh BUMDesa.
Pertama, fungsi kepemilikan dan fungsi manajemen, serta kepemilikan masyarakat.
“Ini menarik karena seharusnya BUMDesa tidak memikirkan dirinya sendiri tapi harus libatkan masyarakat,” kata Profesor Kehormatan UNESA ini.
Menurut Gus Halim, hal itu sangat bagus karena inti dari pemberdayaan adalah keterlibatan masyarakat.
“Ini yang selalu saya tekankan kalau BUMDesa atau BUMDesma harus melibatkan masyarakat. Selalu saya tekankan BUMDes tidak boleh punya unit usaha yang sudah jalan di masyarakat. Ini jadi larangan keras karena kehadiran BUMDes harusnya memberikan keuntungan yang maksimal bagi warga masyarakat,” tegas Doktor Kehormatan dari UNY ini.

Di Kalasan Valley, Gus Halim mengunjungi peternakan domba dan kambing dan mendapatkan penjelasan penggunaan aplikasi untuk mengetahui dan memantau kondisi ternak yang dikelola Sinergi Farm.
Di antaranya seperti informasi umur, status ternak, jenis pakan, berat badan hingga status kesehatan.
Gus Halim selanjutnya melakukan penanaman pohon sawo kecik dan kepal yang diharapkan jadi semangat untuk berbuat kebaikan.
Turut mendampingi Gus Halim, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Harlina Sulistyorini, Kepala BPSDM Luthfiyah Nurlaela, Direktur Perwujudan Kawasan Transmigrasi Bambang Widyatmiko dan Kepala BBPPMDDTT Widarjanto.
Sumber : Firman/Kemendes PDTT
Tags: Sleman
-
Webinar MIPI Bahas Integrasi NIK dan NPWP, ini Kata Kemendagri
-
Seorang Pelajar Tewas Akibat Penganiayaan Yang Dilakukan Temannya di Cisarua Kabupaten Bogor
-
Pelaku Pencuriaan Modus Pecah Kaca Diamankan Polres Serang Kota
-
Dihadiri Ibu Gubernur, Bunda PAUD Aceh Timur Mengikuti Bimtek Peningkatkan Kapasitas
-
Jaksa Agung RI Buka Rakernis Bidang Pengawasan Kejaksaan RI Tahun 2021
-
Anggota TNI AL Dikeroyok 30 OTK Di Jl. Letjen Sutoyo Medaeng Kecamatan Waru
-
Anggota Patroli Wilayah Hukum Polsek Gunung Putri Mapping Wilayah Dan Berikan Himbauan Kamtibmas Kepada Petugas Keamanan
-
Danramil 1710-02/Timika Turut Berpartisipasi Pada Kegiatan Bhakti Sosial Donor Darah Dalam Rangka Perayaaan Injil Masuk Papua
-
Tulungagung Jadi Ikon Mas Koki, Gus Halim Optimistis Mendunia
-
Prajurit Bujangan Lanud Sultan Hasanuddin Ikuti Short Class Pra Nikah

