Dua bulan menjelang tahun 2019 berakhir, tercatat Pemerintah Kota Bogor telah mengkoleksi 47 projek inovatif. Projek-projek tersebut berasal dari berbagai badan, dinas, bagian dan satuan perangat kerja daerah lainnya.
Inovasi yang telah disusun dan diaplikasikan pada dasarnya merupakan upaya unit-unit kerja untuk meningkatkan produktivitas kerjanya masing-masing.
Juga meningkatkan kualitas pelayanan mereka kepada masyarakat Apa yang telah dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Tepadu Satu Pintu (DPMPTSP) dengan inovasi Sistem Informasi Aplikasi Perizinan dan Non Perizinan (Smart) misalnya, tak lain adalah upaya memudahkan masyarakat dalam mengurus permohonan berbagai jenis perizinan.
Atau apa yang telah dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan mengaplikasikan Sistem Informasi Data Administrasi Kependudukan (Sitanduk), sehingga memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan. Sederet inovasi yang kemudian diaplikasikan (lihat tabel – Red) menjadi catatan tersendiri bagi Pemerintah Kota Bogor dalam meningkatkan kualitas kinerjanya.
Berdasarkan catatan inovasi tersebut, pada awal bulan kemarin, Pemerintah Kota Bogor berhasil meraih penghargaan sebagai Kota Terinovatif 2019. Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri waktu itu, Tjahjo Kumolo dan diterima oleh Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim pada Malam Penganugerahan Innovative Government Award (IGA) 2019.
Kota Bogor berada di peringkat kedua untuk Kategori Pemerintahan Kota Se-Indonesia dan berada di bawah Kota Denpasar. Memang ada puluhan Kota dan Kabupaten yang sebelumnya telah menempuh proses seleksi tim penilai dari Kementerian Dalam Negeri. Di samping itu pada IGA 2019 terdapat kategori lain seperti kategori daerah perbatasan, daerah tertinggal dan provinsi terinovatif.
Selain mengungkap rasa syukur sesaat setelah menerima penghargaan tersebut, Dedie juga meminta agar seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bogor bisa lebih meningkatkan pelayanan dan inovasinya untuk masyarakat.
“Kedepan, kinerja Pemerintah Kota Bogor harus ditingkatkan, mengingat tantangan kota semakin berat dan kecenderungan kota-kota lain telah berupaya melakukan perbaikan dan terus berinovasi,” tegasnya. Jangan sampai kinerja Pemerintah Kota Bogor tertinggal dari pemerintah kota dan kabupaten lainnya. (*)
Tags: kota inovatif
-
Lebih dari 35 Ribu Orang Diberdayakan Lewat Padat Karya Tunai dalam Pembangunan Sanitasi Ponpes
-
Kemendagri: Sinergi Pemda, DPRD dengan Forkopimda Miliki Peran Strategis Penanganan Pandemi Covid-19
-
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal Depari Berikan Semangat Kepada Dewan Juri FFWI XII Yang Dilantik
-
Korem 061/SK Bersama Forkopimda Ikut Memeriahkan HUT Bhayangkara ke-76
-
Mendes Yandri Bakal Susun Modul Desa Tematik untuk Genjot Ketahanan Pangan
-
Sinergitas TNI-Polri Kawal Pemilu Damai 2024, Kapolda Jatim Kunjungi Kodam V Brawijaya
-
Kuliah Umum di UGM, Gus Halim: Kebangkitan Indonesia Dimulai dari Desa
-
Orasi di Retreat Magelang, Mendes Yandri Ajak Kepala Daerah Genjot Desa jadi Sentra Ekonomi Baru
-
Tangani Longsor Jalan Nasional Bogor-Sukabumi, Kementerian PUPR Bergerak Cepat Bangun Jembatan Bailey
-
Polres Cilacap Meraih Penghargaan Pelayanan Prima dari KEMENPAN RB





