Sinergi Kolektif Forkopimda dan Tokoh Agama: Menjaga Marwah Kedamaian di Bumi Hibualamo

REAKSIMEDIA.COM | Halmahera Utara – Semangat kebersamaan dan supremasi hukum menjadi pesan sentral dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di Ruang Meeting Fredy Tjandua, Desa Gamsungi, Kamis sore (26/03/2026). Pertemuan ini menjadi bukti nyata soliditas Kekuatan Kolektif para pemimpin di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dalam menjaga stabilitas sosial dan merawat harmoni di “Bumi Hibualamo”.

Hadir sebagai representasi kekuatan daerah, Wakil Bupati Halut Dr. Kasman Hi Ahmad, Ketua DPRD Christina Lesnussa, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., serta Dandim 1508/Tobelo yang diwakili Pasi Intel Kapten Arh. Sugeng. Kehadiran para petinggi ini, didampingi unsur APH lainnya seperti Hakim PN Tobelo Hendra Wahyudi, S.H., Danpos AL Lettu Laut (P) Mario Latumahina, dan Dansub Denpom Letda CPM Irwansyah K., S.H., menegaskan bahwa negara hadir sepenuhnya untuk menjamin rasa aman masyarakat.

Komitmen Hukum Tanpa Pandang Bulu
Dalam arahannya, Wakil Bupati Dr. Kasman Hi Ahmad menekankan bahwa keamanan adalah fondasi utama pembangunan. Beliau mengingatkan bahwa segala bentuk gangguan terhadap ketertiban umum harus disikapi dengan pikiran jernih dan tindakan bijak. “Kita adalah keluarga besar. Jika ada riak di tengah masyarakat, mari kita selesaikan dengan dialog dan serahkan sepenuhnya pada mekanisme hukum yang berlaku,” tegas Wabup.

Kapolres Halut, AKBP Erlichson Pasaribu, secara transparan memaparkan penanganan kasus insiden saat pawai malam takbiran lalu. Beliau memastikan bahwa tindakan oknum yang melanggar hukum sedang diproses secara intensif. “Kami menjamin transparansi. Proses penyelidikan sedang berjalan, dan kami meminta seluruh elemen masyarakat untuk mempercayakan penegakan hukum ini kepada Polri,” ujar Kapolres.

​Suara Tokoh Agama dan Pemuda: Satu Visi Damai Dialog ini juga diperkuat oleh kehadiran tokoh-tokoh sentral seperti Ketua Sinode GMIH WKO Pdt. Ensalmus Puasa, Ketua GMIH Jalan Kemakmuran Pdt. Demianus Ice, Sekretaris MUI Hi. Idam, serta Ketua FKUB Halut. Mereka bersepakat bahwa nilai kemanusiaan dan cinta kasih harus menjadi perekat utama lintas iman.

Ruang dialog ini pun diperkaya dengan sumbangsih pemikiran dari perwakilan pemuda dan OKP, termasuk Fahmi Musa dan perwakilan KNPI. Dalam suasana penuh keterbukaan, mereka memberikan masukan konstruktif mengenai pentingnya pembinaan karakter generasi muda serta penguatan literasi digital, agar masyarakat semakin bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang berkembang di media sosial.

Baca juga:  Bentuk Peduli, Polsek Tompobulu Berbagi Sembako ke Warga Prasejahtera

Lima Konsensus Utama ‘Bumi Hibualamo’
Di akhir kegiatan yang dipandu oleh Sekda Halut Drs. E.J. Papilaya, MTP, seluruh pihak yang hadir menyepakati lima poin utama sebagai pedoman bersama:
• ​Komitmen kolektif menjaga keamanan dan perdamaian daerah.
• ​Bijak bermedia sosial dengan prinsip “Saring Sebelum Sharing”.
• ​Penguatan peran FKUB melalui dialog rutin berkala.
• ​Penegakan hukum yang adil, transparan, dan berkeadilan.
• ​Edukasi publik mengenai narasi damai dan toleransi.

Refleksi Keberagaman di Bumi Hibualamo
Pertemuan yang berakhir pukul 18.00 WIT ini ditutup dengan sebuah kesadaran mendalam bahwa kedamaian di Halmahera Utara adalah mandat yang harus dijaga oleh setiap generasi. Bumi Hibualamo, dengan filosofi rumah besarnya, mengajarkan bahwa perbedaan suku dan keyakinan bukanlah sekat pemisah, melainkan kekayaan yang memperkuat fondasi persaudaraan.

Toleransi sejati bukan sekadar menahan diri dari konflik, melainkan kerelaan untuk saling merangkul, saling menghargai, dan menempatkan nilai kemanusiaan di atas segala kepentingan. Di tanah ini, setiap perbedaan adalah irama yang menyusun harmoni, dan setiap dialog adalah jembatan menuju masa depan yang lebih teduh. Dengan komitmen kolektif ini, Halmahera Utara kembali menegaskan jati dirinya sebagai daerah yang tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga kokoh dalam menjaga warisan kasih sayang dan kerukunan antarsesama.

Laporan : Edwin Tatipang

Tags: