Sukses Sumbang Medali Pertama, Alpinda Nopra Atlet PWI Asal Mukomuko Harumkan Nama Bengkulu di Kancah Porwanas ke 13 Malang

REAKSIMESIA.COM | Mukomuko– Keberhasilan Alpinda Nopra diraih pada final cabang Atletik 5000 M usia 27 tahun keatas, atlet asal Kabupaten Mukomuko ini berhasil mendapatkan medali perak pada perlombaan yang digelar di.Stadion Cakrawala UNM, Malang Jawa Timur. Jumat (25/11/22).

Dikonfirmasi melalui Seluler Alpinda Nopra menyampaikan bahwa keberhasilan ini berkat doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Bengkulu.

“Atas pencapaian mendapat medali perak dalam PORWANAS ini tak lepas dukungan dan doa dari keluarga dan PWI Kabupaten serta PWI Provinsi. Saya secara pribadi juga mengucapkan kepada pemerintah yang telah mensuport dan semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu,” papar pria yang akrab disapa Alpin ini.

“Keberhasilan ini juga sebagai Kado HUT Provinsi Bengkulu dan HUT Radar Mukomuko ke 13, dan ini sebagai torehan awal medali bagi Kontingen Bengkulu di Ajang Porwanas, semoga Kontingen Bengkulu bisa termotivasi untuk mendapatkan kembali medali dari Cabor yang lain,” imbuh Alpin.

Atlet yang juga Wartawan Radar Mukomuko ini juga mengatakan,” sekarang ini masih sidang di Panitia Besar (PB) Karena juara 1 dari papua atletnya pernah ikut kejurnas dan namanya tidak terdaftar di Dewan Pers.

Sesuai peraturan yang ada atlet lari yg pernah ikut kejurnas tidak boleh ikut lari PORWANAS, tapi boleh ikut cabor lain. Dengan catatan sudah UKW, jadi peluang kontingen Provinsi Bengkulu untuk mendapatkan medali emas masih ada, doakan saja semoga bisa di akomodir oleh panitia Pelaksana,” tutur Alpin mengakhiri.

Berikut hasil peringkat pada lomba lari 5000 M cabang atletik :
1. Gerson Maay Papua 22.52. 14
2. Alpinda Nopra Bengkulu 23.40.30
3. Zulkarnain NTB 24.42.86

Perlu diketahui hasil untuk lari 5000 meter ini baru sementara, dikarenakan pelari Gerzon Maay dari Papua, diduga bermasalah disebab kan dari masalah data administrasinya.

Baca juga:  Tempat hiburan "Karaoke Max One" Ludes Terbakar

Semoga permasalahan ini bisa diakomodir oleh pihak panitia yang berdasarkan peraturan yang berlaku, sehingga gelaran lomba paling bergengsi dikalangan wartawan se Indonesia ini dapat “fair play” dan diterima semua pihak berdasarkan rasa keadilan.

Laporan: Rahmadsyah Sipahutar

Tags: