REAKSIMEDIA.COM | Lampung Tengah – Pekerjaan proyek pembangunan saluran drainase di Dusun 5 (Lima) Kampung Onoharjo, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, mulai disoroti oleh warga setempat.
Pasalnya, pekerjaan proyek yang sudah berjalan hampir 3 (Tiga) minggu tersebut tanpa ada papan nama proyek yang di lokasi pekerjaan proyek.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar dan sekaligus menjadi sorotan dari warga setempat, bahwa proyek yang di bangun Pemerintah Kampung Onoharjo di Duga proyek siluman, sebab sama sekali tidak terpasang papan nama informasi proyeknya saat dilaksanakan nya kegiatan pekerjaan.
“Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan proyek itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran,” tegas salah satu warga pada awak media ini, Kamis (29/04/21) .
Sesuai Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang di biayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.
Saat Awak media mewawancarai para pekerja di lokasi pengerjaan proyek drainase di Dusun 5, dikatakan bahwa pengerjaan drainase ini, sudah berjalan kurang lebih 3 minggu, dan untuk Papan plang informasi dari awal pelaksanaan memang tidak di pasang oleh pihak aparatur Kampung Onoharjo. “ungkapnya’.
Hingga berita ini diterbitkan belum juga ada papan nama proyek terpasang, padahal pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan.
Saat di konfirmasi di ruang kerja nya, Kepala Kampung Onoharjo Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah mengakui Kepada Awak Media, kalau proyek yang dikerjakan ini memang bermasalah.
“Memang benar ini masalah, tapi saya berharap tidak perlu di permasalahkan lagi, karna saya selama ini sudah sampai tiga kali di panggil oleh pihak inspektorat terkait kegiatan-kegiatan fisik yang selama ini tertunda, tapi Alhamdulillah masalah-masalah yang saya hadapi sekarang sudah terselesaikan dan sudah tidak ada lagi pembangunan-pembangunan yang fiktif di kampung Onoharjo ini, “Elaknya”.
Laporan : Edi Saputra
Tags: lampung tengah
-
Presiden Jokowi Bagikan Bansos di Pasar Muntok Bangka Barat
-
Boyband JPOP Pari Pari asal Jepang Bawakan Lagu Berbahasa Indonesia
-
Jelang Pergantian Tahun, Personil Polres Gowa Lakukan Doa Bersama
-
Terus Jaga Hubungan Baik, Babinsa Timika Laksanakan Komsos Dengan Warga Binaan
-
Menteri Suharso Jelaskan Pengembangan UMKM Melalui Penguatan Rantai Nilai
-
Polsek Cibungbulang Polres Bogor Polda Jabar Menggelar Sosialiasi Polisi RW dan Polisi Mengajar
-
Produksi Kerupuk Ikan Rempang Siap Naik Kelas Usai Terima Pendampingan dari Tim Ekspedisi Patriot Undip
-
Lokasi TMMD 121 Kodim 1615/Lotim Dikunjungi Tim Wasev Kodam IX/Udayana
-
Pj. Walikota Padangsidimpuan Kukuhkan Pengurus Pengajian Al – Ikhlas Periode 2023 – 2028
-
Dinas Paspor Kabupaten Pinrang; Hadir Dan Ikuti Festival Seni Budaya Dan Berwisata Di Bumi Lasinrang Pinrang

