REAKSIMEDIA.COM | Jakarta – Kementerian Transmigrasi membuka peluang kerja sama investasi sektor energi dengan perusahaan global China Energy Engineering Corporation (CEEC) yang berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja bagi masyarakat lokal di kawasan transmigrasi, termasuk salah satunya di Kawasan Transmigrasi Batam Rempang Galang (Barelang).
Hal tersebut disampaikan dalam audiensi antara Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dengan Vice President CEEC Southeast Asia Regional Headquarters, Jin Bin, di Jakarta, Jumat (6/3). Menteri Iftitah menegaskan bahwa investasi yang masuk ke kawasan transmigrasi harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami menyambut baik rencana investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Prinsip kami sederhana, investasi yang masuk harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Iftitah.
Lebih lanjut, Menteri Iftitah menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang menata kawasan Rempang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi. Kawasan tersebut direncanakan dikembangkan menjadi kota industri modern dengan luas sekitar 8.000 hektare.
Sebagai bagian dari pengembangan kawasan tersebut, pemerintah juga tengah membangun berbagai infrastruktur pendukung, mulai dari dermaga nelayan, fasilitas cold storage, hingga , Kampus Patriot yang akan menjadi pusat pendidikan dan pelatihan tenaga kerja bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.
“Kampus Patriot kami siapkan sebagai kampus jarak jauh dari perguruan tinggi mitra sekaligus pusat pelatihan tenaga kerja yang dapat mendukung kebutuhan industri yang masuk ke kawasan tersebut,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, CEEC menyampaikan minat untuk menjajaki investasi di sejumlah kawasan, termasuk kawasan transmigrasi. Perusahaan energi global yang masuk dalam 500 perusahaan terbesar di dunia itu menyatakan komitmennya untuk mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal dalam setiap proyek yang dikembangkan.

Vice President CEEC Southeast Asia Regional Headquarters, Mr. Jin Bin, mengatakan Indonesia merupakan salah satu tujuan investasi strategis bagi perusahaan yang telah beroperasi di lebih dari 147 negara tersebut.
“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama. Kami juga telah mengunjungi Pulau Rempang dan sedang mempelajari peluang investasi di kawasan tersebut,” ujar Mr. Jin Bin.
CEEC sendiri telah hadir di Indonesia sejak 1994 dan hingga saat ini telah melaksanakan lebih dari 100 proyek dengan total nilai kontrak sekitar 7 Miliar USD terutama di sektor pembangkit listrik dan infrastruktur energi. Berbagai proyek yang telah dikerjakan mencakup pembangkit listrik tenaga uap, tenaga air, hingga tenaga surya.
Menurut Mr. Jin Bin, investasi yang direncanakan berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dalam setiap proyek, perusahaan menargetkan dapat mempekerjakan hingga 5.000 tenaga kerja, dengan komposisi mengutamakan pekerja lokal Indonesia.
“Perbandingan tenaga kerja yang kami rencanakan adalah satu tenaga kerja dari Tiongkok untuk sepuluh tenaga kerja lokal Indonesia. Kami ingin memastikan investasi yang kami lakukan juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain membuka peluang kerja, CEEC juga menyatakan kesiapan untuk mendukung peningkatan kapasitas tenaga kerja melalui program pelatihan yang dapat disinergikan dengan fasilitas pelatihan di kawasan transmigrasi.
Menteri Iftitah menambahkan, pemerintah saat ini tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BP Batam, untuk memastikan proses investasi di kawasan Rempang dapat berjalan secara kondusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, pendekatan investasi yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat sangat penting untuk menghindari konflik sosial yang pernah terjadi di kawasan tersebut beberapa tahun lalu.
“Jika investasi mampu menjadi solusi bagi masyarakat melalui lapangan kerja, maka dukungan masyarakat juga akan semakin kuat,” pungkas Menteri Iftitah. (Rdp)
Sumber: Kementerian Transmigrasi
Tags: jakarta
-
Bupati Pinrang Irwan Hamid Audiens Pihak Australia Indonesia Health Scurity Partnership (AIHSP) Diruang Kerja Bupati Pinrang
-
135 KPM Warga Desa Ciadeg Kabupaten Bogor, Menerima Bantuan Langsung Tunai Dari Anggaran Dana Desa Tahap II Tahun 2021
-
Pendekatan Humanis Satgas Yonif 143/TWEJ Dengarkan Suara Warga Perbatasan RI-PNG
-
Secara Virtual Bupati Bogor Minta Camat Antisipasi Kerumunan di Tempat Wisata Untuk Mencegah Terjadinya Klaster Wisata Penyebaran Covid-19
-
Presiden Paparkan Tiga Hal Penting untuk Gapai Indonesia Emas 2045
-
Program ‘Ayo Kursus’, Tingkatkan Kompetensi untuk Berkompetisi
-
Bupati Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak di Kabupaten Cilacap
-
Dialog dengan Tokoh Agama Sulsel, Mahfud MD: Islam itu Perjuangan Substansi, Bukan Perjuangan Formal Simbolik
-
AKP Sugeng Pimpin Operasi Aman Nusa II Candi 2022
-
Dukung Penuh Gerakan Radin Inten Asri, Langkah Nyata Kodim 0428/MM Jaga Kelestarian Lingkungan & Pesisir Pantai


