REAKSIMEDIA.COM | Martapura – Menjelang pelaksanaan Latgabma Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026, prajurit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI Angkatan Darat bersama personel Air Defense US Army dan United States Marine Corps (USMC) melaksanakan kegiatan Academic Day Air Defense di Pos Baterai Arhanud, Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah pertukaran informasi dan pengetahuan mengenai sistem persenjataan pertahanan udara yang akan digunakan dalam rangkaian latihan. Artileri Pertahanan Udara Indonesia yang diikuti oleh Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya direncanakan mengoperasikan Rudal Mistral, sementara unsur pertahanan udara US Army akan menggunakan Rudal Stinger. Melalui kegiatan ini, personel dari kedua negara saling berbagi pengalaman dan pemahaman mengenai kemampuan serta pengoperasian sistem persenjataan masing-masing.
Selain membahas sistem persenjataan, Academic Day juga diisi dengan koordinasi teknis terkait penggunaan pesawat nirawak sasaran (target drone) yang akan diterbangkan sebagai sasaran udara dalam pelaksanaan latihan. Koordinasi tersebut diharapkan dapat memperkuat interoperabilitas dan kesamaan prosedur antarunsur pertahanan udara Indonesia dan Amerika Serikat, sehingga seluruh rangkaian latihan dalam SGS 2026 dapat berlangsung secara aman, efektif, dan profesional.
Tags: martapura
-
Korem 042 Gapu Menyediakan Wadah Pengaduan Melalui Website
-
IKN Gairahkan Potensi Pariwisata Kalimantan Timur
-
Membangun Di Masa Pandemi, Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan Tetap Akan Bangun Kawasan Terpencil
-
Kementerian PUPR Terapkan Inovasi Pembangunan Infrastruktur yang Makin Cepat, Efisien, Akurat dan Berkualitas
-
Satresnarkoba Polres Way Kanan Berhasil Mengamankan Pelaku Peredaran Gelap Narkotika Jenis Sabu
-
Sekjen Kemendes PDTT Beber Empat Tujuan Pembangunan Desa
-
Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama
-
Bendungan Teritip Pasok Kebutuhan Air Baku Balikpapan 150 liter/detik, Menteri Basuki: Optimalkan Pemanfaatan Bendungan
-
Diduga Telah 3 Hari Meninggal, Jenazah Ditemukan Dalam Ruko
-
Dr. Jiuhardi: Positif, Pembangunan IKN dengan Konsep Forest City


