REAKSIMEDIA.COM | Sukabumi – Pengelola Terminal Tipe A (TTA) KH Ahmad Sanusi Sukabumi sangat serius memerangi penyebaran virus Covid-19. Caranya dengan penerapan protokol kesehatan untuk penumpang yang akan menggunakan bus dari terminal tersebut. Bahkan untuk memastikan terbebas dari virus Corona dibuka layanan pemeriksaan genose secara gratis.
“Sesuai dengan perintah Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan BPTD wilayah IX Jawa Barat, pemeriksaan genose diperuntukkan kepada seluruh masyarakat luar maupun dalam terminal, baik penumpang, maupun para awak bus,” kata Kepala TTA KH Ahmad Sanusi, Yukky Rahmat Yunus ketika ditemui wartawan di Terminal, Senin (17/5/2021).
Genose merupakan alat untuk mendeteksi virus Corona, dimana orang yang di periksa akan diminta menghembuskan napas ke sebuah alat berbentuk tabung, dan alat sensor dalam tabung akan mendeteksi VOC dalam napas yang dihembuskan. Hanya butuh 5 menit untuk mendeteksi ada tidaknya VOC yang bisa menandakan Covid-19. “Genose ini pendeteksi virus Corona yang diciptakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) biasanya digunakan untuk para penumpang baik di Bandara dan Kereta Api, sekarang di Terminal Bus,” terang Yukky.
Masyarakat atau penumpang yang ingin memastikan dirinya terbebas dari Covid-19 bisa mendapatkan layanan test Genose secara gratis, namun dalam sehari hanya ada 10 kuota saja saat ini. “Layanan ini gratis kita berikan namun dalam satu hari hanya bisa melayani untuk 10 orang saja,” ujarnya.
Ketika ada masyarakat atau penumpang yang dinyatakan positif melalui test Genose, pihak TTA KH Ahmad Sanusi langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Baros untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena sebelumnya TTA KH Ahmad Sanusi sudah berkoordinasi juga dengan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.
Dikatakan, TTA KH Ahmad Sanusi juga akan membuka layanan jasa angkutan pada masa pengetatan mudik “pasca” terhitung (18-24/5/2021). Hal itu berdasarkan ketentuan regulasi peniadaan mudik Idul Fitri 1442 Hijriyah. Yukky beserta jajaran TTA KH Ahmad Sanusi terus mengingatkan kepada seluruh PO (Perusahaan Otobus) agar memenuhi persyaratan protokol kesehatan. Diantaranya awak media wajib menggunakan masker, wajib menyediakan hand sanitizer dua botol dalam kendaraan, dan calon penumpang wajib melengkapi surat keterangan antigen, PCR atau Genose dengan hasil negatif.
“Semua upaya yang kita lakukan tentunya bentuk ikhtiar untuk memerangi virus Corona agar semua merasa nyaman dan aman ketika berada di terminal maupun di dalam bus,”pungkasnya.
Laporan : Lelly
Tags: sukabumi
-
PPBNI Satria Banten Se-Pantura Gelar Konsolidasi Pengurus
-
Tanggap Darurat Erupsi Gunung Semeru, Kemenkes Kirim Tenaga Kesehatan
-
Dalam Sehari, Dua Warga Pekalongan Ditemukan Meninggal di Sungai
-
Dispermasdes Kabupaten Tegal Gelar Penyuluhan TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Karanganyar
-
Terima Presiden Iran, Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Tawaran Peningkatan Hubungan Bilateral Indonesia – Iran di Berbagai Sektor
-
Berikan Reward Kepada Murid Dojo Karate, Kapolres Mukomuko “Pompa” Semangat dan Motivasi Untuk Berprestasi Lebih Baik
-
Warga Sukaresmi Urunan Dana Perbaiki Jalan Longsor di Jembatan Satu
-
Gerai Vaksin Presisi Bhakti Kesehatan Bhayangkara untuk Negeri dari Tim Kesehatan Polres Demak
-
Kapolda Jambi Berikan Bantuan Kepada 100 Kepala Keluarga SAD Kabupaten Bungo
-
Global Halal Hub Gandeng BSI dan Dekranasda Dirikan UMKM Halal Hub Bukittinggi

