REAKSIMEDIA.COM | Manokwari – Peternak sapi di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak. Di sisi lain, limbah pelepah kelapa sawit belum dimanfaatkan secara optimal, padahal dapat diolah menjadi pakan alternatif untuk menekan biaya pemeliharaan sapi.
Menjawab persoalan tersebut, TEP UNAIR memberikan pelatihan pengolahan pelepah sawit menjadi silase sebagai alternatif pakan ternak. Kegiatan ini membekali peternak transmigran dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengolah limbah perkebunan menjadi pakan sapi.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para peternak.
“Saya senang dengan adanya program ini karena dapat memanfaatkan pelepah sawit. Menurut saya, program ini sangat bagus. Akan tetapi, untuk proses berkelanjutan, kami masih kekurangan orang-orang yang membantu dalam proses pembuatan silase,” ujar Misno, peternak di SP4 Prafi, Manokwari, Papua Barat (29/10/2026) dalam keterangannya.
Produk silase ini membantu menghemat tenaga peternak karena tidak perlu mencari rumput setiap hari. Melalui fermentasi selama 21 hari, pelepah sawit dapat disimpan sebagai cadangan pakan untuk digunakan saat rumput sulit diperoleh akibat hujan atau kemarau panjang.
Inisiatif TEP UNAIR sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga dan meningkatkan produksi pangan nasional melalui peningkatan hasil produksi, memperluas lahan atau area produksi, serta hilirisasi guna memperkuat ketahanan pangan Indonesia . Hal ini disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Gorontalo saat Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026. (24/06/2026).
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menekankan pentingnya sinergi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan.
“Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan beriringan agar menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan,” ujar Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono di Jakarta (29/07/2026) lalu.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara turut menegaskan bahwa program Transmigrasi Patriot harus mampu menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung kepada masyarakat sehingga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kawasan transmigrasi.
“Transmigrasi Patriot bukanlah program elite. Ini cara negara memastikan ilmu pengetahuan hadir di lapangan, bekerja bersama rakyat, dan menghasilkan nilai ekonomi nyata, bukan hanya laporan akademik,” ujar Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara (10/02/2026) lalu. (MAL)
Sumber : Tim Kementerian Transmigrasi
Tags: Manokwari
-
Kapolda Jateng Instruksikan Anggota Jaga Kesehatan dan Netralitas pada Tahun Politik 2023
-
Perdana Angkut Jemaah Haji Indonesia Tahun 1443/2022, Garuda Indonesia Terbangkan 1.506 Jemaah ke Madinah Hari ini
-
Kemnaker—Unpad Bangun Sinergi Pengembangan SDM dan Ketenagakerjaan
-
Jelang Libur Nataru 2023-2024, Sat Lantas Polres Mukomuko Lakukan Ramcek Angkutan Umum
-
Bantu Kesulitan Warga Akibat Kemarau, Polsek Pondok Suguh Bagikan Air Bersih di Desa Teluk Bakung
-
Ketua MKKS, PPDB SMA dan SMK di Kota Sukabumi Sudah Final
-
Sambut HUT ke-77, TNI AL Pecahkan Rekor Dunia dan MURI dengan Bhakti Kesehatan Serentak
-
DPD EMUD Relawan Prabowo Subianto Jawa Timur Bagikan Ratusan Ribu Paket Beras, Tegaskan Dukungan Program Makan Bergizi Gratis
-
Safari Ramadhan, Bupati Kendal Santuni Anak Yatim dan Bantuan Kursi Roda
-
Ketua DPD RI Akan Perjuangkan Pembentukan Provinsi Kepulauan Buton




